Suasana Diskusi Publik/Foto Fadilah / NUSANTARAnews
Suasana Diskusi Publik/Foto Fadilah / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Henrek Lokra berpendapat bahwa Demokrasi di Indonesia tengah dibajak oleh Oligarki. Momentumnya terjadi dari peristiwa yang terjadi di Kepulauan Seribu.

Dimana pada saat itu, Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias ‘Ahok’ dianggap telah menistakan agama lantaran membahas penggunaan surat Al Maidah ayat 51, dalam suasana menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

“Oligarki itu mendapatkan momentumnya dari peristiwa di Kepulauan Seribu,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk ‘Merawat Kebhinekaan dan Demokrasi di Indonesia’, di Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Senin, (21/11/2016).

“Karena apa kalau kita turun ke basis itu, ada yang namanya toleransi autentik dan itu terjadi di basis,” katanya.

Diketahui Ahok telah ditetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama oleh Badan Reserse Kriminal (Breskrim) Polri pada Selasa, (16/11/2016). Meski begitu calon gubernur (cagub) petahana DKI Jakarta ini tidak ditahan dan hanya dilarang untuk berpergian ke luar negeri.

Atas dasar itu sejumlah organisasi islam yang terkumpul dalam Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan kembali menggelar aksi demonstrasi pada 2 Desember 2016 nanti. Rencananya aksi tersebut akan digelar di kawasan Hotel Indonesia (HI) dengan jumlah massa yang lebih banyak dari aksi 4 November 2016 kemarin. (Restu)

Komentar