Connect
To Top

Ekonomi Inggris Terancam, Jika Para Migran Mogok Kerja

NUSANTARANEWS.CO, Inggris – Baru-baru ini hasil penelitian dari New Economics Foundation (NEF) menyebutkan bahwa para pekerja migran di Inggris selama ini mampu menyumbang pendapatan negara mencapai £ 328 juta. Ini artinya ekonomi Inggris akan benar-benar terpukul, jika para pekerja migran mogok kerja selama sehari saja.

Menurut NEF, pendapatan harian nasional negeri Ratu Elizabeth itu akan mengalami penurunan 4 persen jika semua warga negara non-Inggris berhenti bekerja selama 24 jam. Berdasarkan laporannya tidak kurang dari 26 persen pekerja profesional jauh lebih banyak para pekerja imigran daripada total tenaga kerja di Inggris.

“Jika semua pekerja migran berhenti bekerja sehari, NHS dan bagian penting lain dari perekonomian kita tidak akan mampu untuk berfungsi,” kata kepala eksekutif NEF Marc stears, dilansir dari Independent, Senin (20/2/2017).

Studi ini dirilis saat bertepatan dengan Hari Aksi di seluruh negeri untuk menunjukkan bahwa peran imigran banyak memberikan kontribusi bagi negara. Aksi ini juga rencananya sebagai bentuk solidaritar terhadap para imigran di Amerika Serikat (AS).

Aksi solidaritas yang bertajuk Satu Hari Tanpa AS ini akan di gelar dibeberapa negara antara lain Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Aksi juga akan dipusatkan dibeberapa titik antara lain kampus, pusat kota dan kantor-kantor perusahaan swasta.

Bagi Marc stears, sangat bertolak belakang jika Inggris menolak para pekerja imigran. Pasalnya, lanjut dia dalam sejarahnya Inggris selalu senang dan terbuka kepada orang-orang dari luar Inggris.

“Inggris memiliki tradisi panjang dan bangga dengan keterbukaan kepada orang-orang dari luar negeri,” sambung dia.

“Masa depan kita sebagai negara tergantung pada kontribusi ekonomi, budaya dan sosial dari para migran tersebut,” terangnya.

Editor: Romandhon

Komentar