Industri pulp dan kertas di Indonesia/Foto: Dok. Katadata
Industri pulp dan kertas di Indonesia/Foto: Dok. Katadata

NUSANTARANEWS.CO – Ekonom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Arief Mufraini, mengungkapkan bahwa dalam kinerja 2 tahun ini, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak bisa mengontrol daya beli masyarakat, sehingga mengalami penurunan.

Namun, Arief mengakui, Pemerintahan Jokowi-JK patut diapresiasi karena telah berhasil mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi di sisi makro.

“Namun di sisi mikro, Pemerintahan Jokowi-JK juga menghadapi masalah penurunan daya beli masyarakat. Padahal konsumsi yang direpresentasikan daya beli yang kuat menjadi komponen penting penopang perekonomian nasional,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jum’at (21/10/2016).

Oleh karena itu, Arief menambahkan, Pemerintahan Jokowi-JK harus terus menjaga dan meningkatkan stabilitas dan kepercayaan pasar. Hal ini menjadi penting, agar program-program dan proyek-proyek yang tengah dijalankan ataupun yang baru dicanangkan tidak berhenti di tengah jalan.

“Jokowi-JK harus mampu menarik peluang pembiayaan investor untuk pembiayaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritasnya,” katanya. (Deni)

Komentar