Berita Utama

Catatan Akhir Tahun: Longsor Banjarnegara Sisakan Duka

Longsor di banjarnegara. Foto via liputan6
Longsor di banjarnegara. Foto via liputan6

NUSANTARANEWS.CO – Longsor di Kabupaten Banjarnegara tidak hanya terjadi sekali, tetapi tiga kali berturut-turut. Longsor pertama melanda Desa Clapar, Kecamatan Madukara, pada Kamis (24/3/2016) pukul 19.00 WIB dan disusul pada Jumat (25/3/2016) pukul 01.30 WIB disusul longsor ketiga pada 06.00 WIB.

Longsor terjadi pada area seluas lima hektar tanah yang bergerak sejauh 1,2 kilometer. Longsoran merayap (soil creep) itu bergerak secara perlahan-lahan sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dan melakukan evakuasi.

Menurut catatan BPBN, 9 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan, dan 29 rumah terancam longsor susulan. Sebanyak 158 jiwa warga RT 3-5 di RW 01 mengungsi ke SD Negeri 2 Clapar, Madukara.Longsor kedua terjadi di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Sabtu (18/6/2016).

Sebuah bukit setinggi sekitar 100 meter longsor dan menimpa lima rumah sehingga rata dengan tanah. Akibat bencana tersebut, 6 warga Dukuh Gumelem dan Wanarata tertimbun longsor. 3 orang ditemukan tewas di Dukuh Gumelem pada Sabtu malam dalam rentang waktu pukul 21.15 WIB hingga 21.33 WIB. Adapun 3 korban lainnya di RW 11 Dukuh Wanarata, Desa Gumelem.

Material longsor mengakibatkan tertutupnya akses jalan di Desa Wanoharjo, Kecamatan Rowokele, dan Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen. Adapun longsor ketiga terjadi di Dusun Tambak Sari, Desa Sidengok, Kecamatan Peawaran, Banjarnegara, Minggu (25/9/2016) pukul 07.00 WIB.

Kejadian longsor di Dusun Tambak Sari dipicu hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (24/9/2016) siang hingga malam hari. (Andika)

Komentar

To Top