Connect
To Top

Aktivis GEMA 77-78: Teror Fisik Kepada Novel Baswedan Bakal Timbulkan Kerusakan Besar, Jika…

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Aktivis 77-78 (Gerakan Mahasiswa tahun 1977-1978) se Indonesia bereaksi keras terhadap insiden penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Basawedan, Selasa (11/4/2017) pagi buta.

“Kami para Aktivis 77-78 se Indonesia, menyadari sepenuhnya akan terjadi tekanan kekuasaan dari berbagai pihak baik secara politik maupun secara diam-diam (silence operation) terhadap lembaga KPK-RI ataupun terhadap personal pimpinan maupun penyidik secara langsung maupun dengan intimidasi atau teror,” tulis Aktivis Gema 77-78 se Indonesia yang ditandatangi 108 aktivis, Selasa (12/4/2017) kemarin.

Adapun buktinya, tak lain dan bukan adalah perbuatan biadab serangan dengan air keras terhadap Novel Baswedan, yang disinyalir berkaitan dengan adanya pengungkapan kasus mega korupsi e-KTP dan kasus besar lainnya.

Lacak: Soal Teror Penyidik Novel Baswedan, Ketua KPK: Salah Sasaran

Sebelumnya, Aktivis Gema 77-78 mendatangi KPK pada tanggal 22 Maret 2017. Ketika itu, KPK diingatkan akan adanya tekanan politik dan serangan teror terhadap personal KPK. Sebab kasus besar tersebut melibatkan pejabat-pejabat penting, yang tujuannya tiada lain untuk memperlemah KPK agar tidak mengusut dan memproses kasus-kasus besar lainnya, karena disadari akan membuat goncangan politik.

“Sehingga KPK menjadi lembaga yang tumpul tidak lagi menjadi tumpuan keadilan bagi masyarakat,” jelas Aktivis 77-78.

Simak: DPN PERADI Desak Polri dan Jokowi Ungkap Dalang Peneror Novel Baswedan

Bagi aktivis yang tergabung dalam Gema 77-78 se Indonesia, jika KPK dilemahkan dan tidak lagi memproses kasus-kasus korupsi besar, akibatnya adalah kerusakan yang sangat besar. Karenanya mereka mengeluarkan sikap tegasnya, yaitu:

1. GEMA 77/78 mengutuk dengan keras perbuatan biadab terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dan meminta agar segenap pimpinan dan personal KPK tidak gentar, mari kita lawan mereka yang hendak memperlemah KPK, kami Aktivis Gema 77-78 siap berdiri paling depan, untuk hal tersebut segera KPK melanjutkan penetapan tersangka dan penahanan terhadap pelaku lain dari kasus e-ktp tanpa kecuali, serta pengungkapan kasus besar lainnya.

2. Meminta Presiden Jokowi memerintahkan pengusutan terhadap otak pelaku teror terhadap KPK,dan menindak tegas tanpa kecuali siapapun.

3. Meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para penyidik KPK yg sedang menangani kasus2 besar yang melibatkan orang2 besar dan  berpengaruh yg terindikasi terlibat tindak pidana korupsi.

4. Mengajak rakyat agar mendukung dan melindungi KPK dan personalnya, dan berdiri bersama membentengi KPK termasuk dilingkungan tempat tinggalnya dari tekanan dan serangan para koruptor, dan menolak revisi UU KPK yang hendak memperlemah KPK.

Baca: Teror Novel Baswedan, GPMK Cium Ada Kelompok yang Ketakutan

Sikap ini ditandatangani oleh sejumlah aktivis Gema 77-78 se Indonesia sebagaimana berikut:

1. Aa Tarsono SH. MH.
2. Ir. Abdulrochim
3. Achmad Gani, BE
4. Ir. Achmad Syaifudin
5. DR. Ir. Ahmad Sarmidi
6. Drs. Adang Sahardjo
7. Ir. Afni Achmad
8. Ir. Agus Suroto
9. Ait Syarif H. B.Sc
10. Drs. Alben Sidauruk
11. Ir. Alwis Dahlan
12. DR. Ir. Anton Leonard
13. Drs. Apip Djajadisastra
14. DR. AR Noor Msi.
15. Dr. Aswan Lubis SpA M.Kes
16. Drs. Aryanto Dina
17. Drs. Bachrum Topatimasang
18. Ir. Bambang Mardiyanto
19. Drs. Bashori Imron MSi
20. Drs. Biner Tobing
21. Drs. Cahyono Eko Sugiharto
22. Calvin Lambe
23. Haerul Subki
24. Drg. Hadi Kusuma
25. Dadan
26. Drs. Darwis Darlis
27. Dedi Sukardan SH. MH
28. Drs. Denny Agusta
29. Ir. Dharma Setiawan
30. Prof. Dr. Didin Damanhuri
31. Dindin Maolani SH.
32. Ir. Doddy Rudianto
33. Dwi Soebawanto
34. Ir. Eddy Asmanto
35. Elyan V Hakim
36. Endang Wuryaningsih SH.
37. Erfanto Sanaf SH. MH.
38. Drs. Ernawan S. Koesoemaatmadja Psy. MBA
39. Etty Koerniasih
40. Evert Matulessy SH.
41. DR. Fauzie Hasibuan SH. MH
42. Gaos Sugiri
43. Gatot Sanyoto W.A, SH.
44. Drs. Hannan Situpora
45. DR. Hari Azhar Aziz
46. Ir. Hari Purwanto
47. Ir. Harun Alrasyid
48. Helmansyah SH.
49. Dra. Henny Andries
50. Ir. Heri Ahmadi
51. Heri Hernanto
52. Hikmat Abidin Sm. Hk
53. Hindraningsih
54. Ida F Moekardanu
55. Ida Nuraida
56. Drs. Iman Wahyudi
57. Ir. Indra Adil
58. Ir. S. Indro Tjahyono
59. Irvan Rahardjo, SE, MM, ANZIIF
60. Iwan Petot
61. Drs. Jimmy H. Siahaan
62. DR. Jo Rumeser
63. Ir. Jose Rizal Nasution
64. Dr. Khaerulsyah Nasution SpPD
65. Drs. Khrisnan Mulyono
66. Ir. Liliek Sudirahardjo
67. Ir. Maruli Gultom
68. Ir. M. Iqbal
69. Ir. M. Ridlo Eisy
70. Ir. M. Singgih MSc
71. Drs. M. Syahrir
72. Drs. Moh. Thoher, SE.
73. Drs. Moch. Chatib Usman
74. DR. Maqdir Ismail SH. MH.
75. Ir. Martunus Haris MSc. MM. MBA.
76. KH. Ir. M.E. Irmansyah MBA
77. Drs. M. Hatta Taliwang
78. Dr. Muchtar Efendi Harahap
79. Ir. Muchtar Hadi
80. Prof. Dr. Munar Lubis SpA (K)
81. Drs. Musfihin Dahlan
82. Prof. DR. Musni Umar
83. Ir. Natsir Abbas
84. Nurdin Lubis SH MH
85. Drs. Panusunan Nababan
86. Ir. Pepen Padmadilaga
87. Drs. Rahmadi Hidayat
88. Ir. Ramles Manampang Silalahi
89. DR. Rizal Ramli
90. Drs. Roel Sanre
91. Ir. Sapto Kuntoro
92. Sjam Soelbachri SH.
93. Drs. Sayuti Asathri
94. Ir. Sentu Bambang Hario
95. Soekotjo Soeparto SH. LLM
96. Drs.H. Subur Dwiono, MM.
97. Ir. Sugeng Setyadi
98. DR. Ir. Suryo Adiwibowo
99. Ir. Suluh Tjiptadi
100. Ir. Sumardjito
101. Drs. Syarief Bastaman
102. Ir. Syafril Sjofyan
103. Ir. Syahrial Hamzah
104. Drs. Umar Marasabessy
105. Prof. Ir. Usman Nasution
106. Drs. Yayak Kencrit
107. Drs. Zulkarnain Saman MM.
108. Dr. Zulkifli Halim

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar