Senandung Rohingya

Halima dipukuli oleh gerombolan di depan anak-anaknya saat ia melarikan diri ke Bangladesh. Dalam foto ini dia sedang menunggu di luar kamp Kutupalang bersama orang lain untuk mencari tahu kemana mereka bisa pergi selanjutnya. "Siapa yang akan membawa kami?" tanya Halima putus asa. (Teks & Foto: Mahmud Hossain Opu-Al Jazeera)

Halima dipukuli oleh gerombolan di depan anak-anaknya saat ia melarikan diri ke Bangladesh. Dalam foto ini dia sedang menunggu di luar kamp Kutupalang bersama orang lain untuk mencari tahu kemana mereka bisa pergi selanjutnya. "Siapa yang akan membawa kami?" tanya Halima putus asa. (Teks & Foto: Mahmud Hossain Opu-Al Jazeera)

Puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch
SENANDUNG ROHINGYA

Hujan batu dan desing peluru menyergap nafasku
Ajal tinggal sejengkal
Senandung Rohingya menggigil dalam doa
Menjerit dalam nestapa kesendirianku

Myanmar adalah samsara
Rohingya bergerak menuju nirwana

Kupetik dawai sepanjang malam
Tanpa kata tanpa nada
Kupersembahkan jerit camar di laut sunyi
Tangis biola dalam sembahyang tahajudku

Tuhanku
Samsara atau nirwana
Ribuan pengungsi itu kini mengetuk pintu kesadaranku
Menggali sumur kesabaran
Mengeja akar kata ketabahan dalam kamus kemanusiaanku

Bising
Bening
Kematian terus menari di pelupuk mataku

(Embun Rohingya, 2017)

Baca Juga:

Baca puisi-puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch di rubrik Puisi (Indonesia Mutakhir).

*HM. Nasruddin Anshoriy Ch atau biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll. (Selengkapnya)

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

 

Exit mobile version