Pemerintah Kurang Jujur Mengelola Sektor Pangan dan Pertanian

aneka pangan Indonesia/Ilustrasi

NUSANTARANEWS.CO – Wakil Ketua Agribisnis Club, Tony Kristianto mengungkapkan bahwa tata kelola sektor pangan dan pertanian di Indonesia masih sangat buruk. Menurtnya, pemerintah bahkan dinilai tidak becus mengelola kedua sektor tersebut “Kita itu kurang cerdas, nggak pakai data yang akurat, kurang jujur dan seringkali kurang ajar. Nggak ada pengendalian impor. Akibatnya, karena semua hal yang kurang tadi, jadinya salah informasi,” ungkap Tony saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

(Baca juga: Indonesia Impor Pangan dari 40 Negara)

Bahkan menurut Tony, pemerintah seperti memberlakukan tanam paksa terhadap para petani. Padahal, upah yang didapat para petani dan infrastruktur yang ada sangatlah minim. “Infrastruktur kurang, nggak ada sistem informasi dan pasokan yang akurat. Saking bingungnya, program tanam paksa, kasih benih suruh nanam, tapi penghasilannya nggak lebih dari UMR (Upah Minimum Regional),” ujarnya.

Terlebih lagi saat pasca panen telah tiba. Selain tidak adanya sistem penyimpanan, rantai distribusinya pun sangat panjang sehingga membuat rugi para petani. “Di pasca panen, kita kurang dan kualitasnya rendah. Nggak ada sistem pergudangannya. Distribusinya, rantai pasoknya panjang, nggak adil dalam pembagian keuntungan, nggak ada sistem pembiayaan. Petani kecil dipaksa memenuhi kebutuhan konsumen,” kata Tony menjelaskan.

Untuk itu, Tony meminta kepada Pemerintah untuk lebih jujur dan rendah hati dalam menyikapi permasalahan terkait petani kecil. “Nggak ada cara lain, solusinya itu, kita harus menjadi lebih jujur menghadapi kenyataan dan perbaiki diri dengan rendah hati. Harus sejahtera petaninya. Jangan jadikan petani sebagai tumbal,” harap Tony dengan tegas. (Deni)

Exit mobile version