Meski Dua Kubu Bergesekan, Dirdik KPK: Penanganan Korupsi Tetap Efektif

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman. Foto: Dok. Kumparan

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman. Foto: Dok. Kumparan

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman mengatakan penanganan korupsi di KPK tetap berjalan efektif, meski ada dua kubu di internal KPK yang saling bergesekan satu sama lain. Dua kubu yang ada di KPK itu adalah kubu penyidik dari kepolisian dan non-kepolisian.

“Berkaitan bahwa KPK dalam memberantas korupsi ini masih sangat efektif,” ujar Aris.

Menurutnya kubu yanh disebut sebagai kubu non-kepolisian hanya menyulitkan dirinya dalam melaksanakan tugas di KPK saja. Akibatnya kebijakan apapun yang diambil olehnya tidak akan pernah berjalan efektif, terlebih jika ide tersebut tidak sejalan dengan mereka.

“Yang menurut saya keganjilan-keganjilan ini seharusnya tidak ada. Ini harus dibersihkan tidak bisa lembaga yang seini (sehebat) KPK, dipercaya luar biasa dari masyarakat, lalu  kalau ada orang-orang di dalam yang bisa memperngaruhi,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan berjalan efektifnya pemberantasan korupsi di KPK ini lantaran seluruh pegawai dan penyidiknya memiliki integritas yang tinggi.

“Di KPK itu misal tim penyelidik sedang melakukan pemantauan, kami di penyidikan tidak akan tahu. Kami baru tahu setelah ada gelar perkara di satu forum,” katanya.

Bahkan lanjut dia, tiap-tiap Kasatgas tidak mengetahui kasus apa yang sedang dikerjakan oleh Kasatgas lainnya. Begitu pula penyidik satu dengan yang lainnya.

“Misalnya di kami itu setiap kasus ada Kasatgas, masing-masing satgas ini misal terdiri dari 4-5 penyidik. Nah mereka ini tidak akan bisa tahu Kasatgas lain sedang garap kasus apa, begitu juga para penyidiknya,” pungkasnya.

Reporter: Restu Fadilah
Editor: Romandhon

Exit mobile version