Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 Resmi Digelar

Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 resmi digelar.
Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 resmi digelar.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, secara resmi membuka gelaran Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta (24/8). Rangkaian kegiatan Indonesia 4.0 Conference and Expo 2022 dilaksanakan selama 24-25 Agustus 2022 sebagai ajang bagi ekosistem industri, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi, penyedia teknologi, maupun pemerhati industri untuk bertemu dan berdiskusi, dan berkolaborasi dalam mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia.

Ajang ini diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian melalui Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) dan berkolaborasi dengan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) dan PT Naganaya Indonesia. Kegiatan ini juga mengangkat tema “Percepatan Implementasi Industri 4.0 untuk Mendukung Industri Inklusif dan Berkelanjutan bagi Pemulihan Nasional”.

Hal ini sejalan dengan dukungan terhadap tujuan Pemerintah dalam percepatan pengembangan transformasi industri nasional ke industri 4.0.

Pada even berskala nasional ini menampilkan pameran lebih dari 850 produk dan solusi teknologi penunjang kebutuhan sektor industry. Acara ini juga menyuguhkan Konferensi industri dengan 53 pembicara terkemuka dari industri terkait yang dihadiri delegasi yang terdiri dari senior level di sektor Pemerintah, Jasa Keuangan, Telekomunikasi, Logistik, FMCG, Infrastruktur, e-Commerce, Manufaktur, Energi, dan Utilitas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenperin RI, Dody Widodo menjelaskan, Kemenperin terus berusaha melakukan terobosan dalam mendorong implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor industri agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif  demi  Indonesia yang lebih Maju.

Menteri juga memaparkan, capaian kegiatan Making Indonesia 4.0 diantaranya adalah 903 industri manufaktur telah melakukan Self-Asesment INDI 4.0.  Dan ada 45 industri telah mendapatkan penghargaan INDI 4.0. Kemudian ada 108 Industri telah mengikuti pendampingan industri 4.0, serta pembentukan capability center yang termasuk diantaranya Digital Capabilty Center for Industry 4.0 (PIDI 4.0), Digital Capabilty Center for Industry 4.0 (PIDI 4.0), dan learning factories.

“Saya berharap acara ini mampu menunjukkan kepada masyarakat atas perkembangan implementasi industri 4.0 secara nasional yang pesat serta pencapaian dari perjalanan transformasi industri 4.0 di berbagai sektor di Indonesia. Sekaligus momentum ini juga dapat menjadi ajang menunjukkan kepada dunia tentang kemampuan sektor manufaktur dan sektor lainnya di Indonesia dalam upaya bertransformasi menuju industri 4.0,” tutur Menperin dalam sambutan tertulisnya.

Pada kesempatan yang sama, Heru Kustanto selaku Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian RI memaparkan dalam laporan acara bahwa 3500 pelaku industri telah mendaftar untuk hadir di acara Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 untuk menyaksikan pameran dan mengikuti konferensi serta menjalin kemitraan.

Sementara itu, Doddy Rahadi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Kementerian Perindustrian menambahkan bahwa salah satu upaya pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui akselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia.  “Oleh karenanya perlu sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam ekosistem industri 4.0 (atau SINDI 4.0) di Indonesia yang meliputi pemerintah, pelaku industri/asosiasi, perguruan tinggi/akademisi dan Lembaga R&D, technology provider, konsultan, dan pelaku keuangan sangatlah penting demi akselerasi transformasi Industri 4.0,” jelas Doddy.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso mengatakan, pihaknya selaku organisasi yang bergerak di bidang TIK sangat mendukung kegiatan Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 ini. “karena ini sangat sejalan dengan 5 fokus transformasi digital APTIKNAS 2022, yaitu Digital Talents, Cyber Security, Smart City, Industry 4.0 dan Marketplace,” ungkap Soegiharto yang akrab disapa dengan Hoky.

Hoky juga berujar : “Kegiatan yang yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan FTII dan  PT Naganaya Indonesia sebagai event organizer telah berjalan dengan sangat sukses. Kami selaku pengurus turut bangga atas dilibatkannya APTIKNAS sebagai organisasi pendukung.”

Hoky juga menghimbau agar masyarakat  terutama para pihak pemangku kepentingan dengan industri 4.0 perlu hadir pada kegiatan tersebut. Sebab menurutnya, dalam kegiatan tersebut dapat secara langsung melihat pemanfaatan teknologi industri 4.0 di berbagai stand pamerannya. Bahkan dapat mengikuti konferensi terkait industri 4.0 serta dapat menjalin kemitraan untuk selanjutnya dapat melakukan sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam ekosistem industri 4.0.

Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 (24 – 25 Agustus) merupakan gelaran tahun keempat sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018. Rangkaian acara ini dinisiasi untuk menjadi wadah memperkuat jaringan antara pembuat kebijakan, pelaku industri, penyedia teknologi dan akademisi untuk berbagi gagasan dan hasil riset terkait teknologi dan solusi terkini sebagai rumusan untuk mendukung percepatan transformasi industri di Indonesia.

Di tahun ini, Indonesia 4.0 Conference & Expo menggelar pameran dengan profil peserta yang lebih ekstensif, fitur yang lebih menarik. Selain menyuguhkan beragam informasi melalui rangkaian konferensi dan seminar teknis, pengunjung juga dapat menikmati pameran peralatan dan produk teknologi pendukung sektor industri.

Rangkaian acara ini akan memberikan kesempatan bagi organisasi atau perusahaan untuk menemukan solusi teknologi yang bisa membantu proses transformasi digital dan meningkatkan efisiensi guna mendorong sektor industri agar semakin memiliki daya saing, kemandirian, dan inklusivitas. Acara ini juga memungkinkan seluruh pelaku industri untuk bertemu dan membuka peluang investasi serta kolaborasi bisnis. (Red)

Exit mobile version