Connect with us

Lintas Nusa

Fadli Zon Sebut Tol Becakayu Ambruk Karena Proyeknya Dikebut, Menteri Basuki Menampik!

Published

on

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Foto: Achmad S/ NUSANTARANEWS.CO

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai peristiwa kecelakaan ambruknya bekisting pierhead pada salah satu tiang proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) lantaran proyek pengerjaannya terlalu dikebut. Sehingga apa yang tidak diinginkan terjadi.

Hal itu diungkapkan Fadli melalui akun resmi twiiternya. “Konstruksi tol dan jalan dikebut untuk dagangan politik, mengabaikan keselamatan dan kualitas. Akhirnya banyak ambruk dan korban berjatuhan,” cuit Fadli di @fadlizon, Selasa (20/2/2018).

Secara terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono prihatin atas ambruknya bekisting pierhead tersebut. Ia mengakui kecelakaan konstruksi bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah 14 kali selama dua tahun terakhir.

Berpijak dari kasus ambruknya bekisting pierhead Tol Becakayu, ia meminta seluruh pekerjaan berat di atas permukaan atau melayang (elevated) di seluruh Indonesia dihentikan sementara.

“Makanya kita hentikan dulu, ini ada apa?” kata dia di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (20/2).

Ia menampik tudingan kecelakaan konstruksi seperti yang terjadi pada Tol Becakayu akibat pengerjaannya yang dikebut. Ia menyebutkan, ini lebih pada faktor SDM di lapangan. “Tidak (karena dikebut), ini hanya karena faktor kedisiplinan pelaksananya. Ini lebih banyak pada human error,” kata Basuki.

Basuki menjelaskan kecepatan pengerjaan proyek infrastruktur di Indonesia masih belum bisa dibandingkan dengan kecepatan pengerjaan di negara lain. Pengerjaan proyek infrastruktur di Cina dalam satu tahun, kata dia, bisa mencapai 4.000 kilometer (km), sedangkan di Indonesia baru 1.000 km dalam satu tahun.

“Kecepatan pekerjaan kita belum apa-apa. Kalau dibandingkan kecepatan di Malaysia, Filipina, apalagi Cina ini kita belum apa-apa,” kata dia.

Selain itu, menurut Basuki, rekanan kontraktor yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang juga telah disesuaikan dengan keahliannya.

“Ini semua yang mengerjakan ahlinya. Evaluasi secara menyeluruh, menurut Basuki, penting dilakukan untuk mengetahui secara terperinci penyebabnya,” kata Basuki.

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Komentar

Advertisement

Terpopuler