Connect
To Top

Tujuh Berita yang Masih Layak Anda Baca Hari Ini

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tanggal Merah bisa jadi membuat Anda benar-benar enyah dari aktivitas sehari-hari bahkan mungkin baca berita. Nah, berikut tujuh berita kemarin yang masih layak Anda baca hari ini di portal online nusantaranews.co.

1. Jurus Mabuk Penegakkan Hukum

Jika tak ada aral, 3 April 2017 penulis buku “Jokowi Undercover” akan menjalani sidang ketiganya. Proses sidang sang penulis yakni Bambang Tri Mulyono tak banyak, bahkan nyaris luput dari sorotan media meski sudah melewati dua kali sidang; pertama pada 20 Maret 2017 dan empat hari setelahnya.

Sidang Bambang Tri tidak viral seperti bukunya. Tugas-tugas media mainstream seolah telah purna pasca ditetapkannya penulis buku kontroversial itu sebagai tersangka dan terdakwa. Andai saja mau kritis, proses hukum Bambang Tri sebetulnya menyibak tabir bobroknya aparat penegakkan hukum di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Simak lebih lanjut di sini.

2. Nelayan Jakarta Sudah Disiapin Pulau Khusus oleh Pemda DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuat rencana untuk para nelayan yang menambatkan hidupnya di antara pulau-pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Rencana tersebut adalah penyiapan pulau khusus untuk nelayan. Pulau khusus yang tentu saja bukan reklamasi pulau G.

“Yang paling penting penempatan nelayan itu sudah dipastikan di satu pulau. Di ujung kiri, sehingga dengan begitu nelayan bisa mudah akses ke laut,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Baca lebih lanjut di sini.

3. Tugas Utama Presiden Jokowi Pisahkan Kapitalisme Dengan Negara

Sekarang ini di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila, gotong royong dan sosialistik telah berubah haluan menjadi negara kapitalis, individualis dan liberal yang menghisap rakyat. Pancasila dan gotong royong hanya dijadikan lipstik dan sloganistik. Program bagi-bagi atau distribusi lahan pada petani persis seperti projek karitatif, belas kasihan atau permen semata.

Kenyataannya di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dituduh PKI itu, ternyata kapitalisme tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan. Bahkan kapitalisme untuk kesekian kalinya telah berhasil bersetubuh dengan sangat kuat hingga mencapai orgasmenya.

Simak selengkapnya di sini.

4. Dengan Pancasila, Kita Tumbuhkan Rasa Saling Percaya

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa Rakyat Indonesia saat ini sedang terdegradasi nilai luhur warisan para Bapak Bangsa, yakni Pancasila.

“Sekarang yang ada saling curiga. Kalau bukan kelompoknya, diserang dan dijelek-jelekkan. Lalu dimana Pancasilanya?” ungkap Zulkifli saat menghadiri Refleksi 71 Tahun Muslimat NU bertema ‘Pancasila, Agama dan Negara’ di Hotel Crown Jakarta, Senin (27/3/2017).

Simak lebih lanjut di sini.

5. Siapapun Mencoba Runtuhkan Indonesia, GP Ansor: Akan Berhadapan Secara Diametral Dengan Kami

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumash menyampaikan kritik terhadap segenap komentar yang seolah-olah mendiskreditkan Organisasi Kemasyarakat Nahdlatul Ulama. Dalam kritiknya, Yoqut menguraikan beberapa hal terkait visi-misi NU sejak pertama didirikan.

“Gombal-gombal relijius ini makin aneh. Tak setuju dengan mereka kok dianggap melawan Tuhannya. Apa mereka pikir Tuhan setuju dengan mereka? Mikir!” tulis Yaqut di akun Twitternya memulai kritik atau sanggahannya, Selasa (28/3/2017).

Baca lebih lanjut di sini.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Terbesar Dunia Resmi Beroperasi di Sumut

Toshiba Corporation (Tokyo: 6502) dan Ormat Technologies Inc. (NYSE: ORA) umumkan unit pertama dari PLTP Sarulla, pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia. Pembangkit listrik tersebut resmi beroperasi di Sumatra Utara (Sumut).

Pembangkit listrik berkapasitas sekitar 110 MW ini menggabungkan teknologi flash dan biner dalam menghasilkan pembangkit listrik dengan efisiensi tinggi dan menginjeksikan kembali 100% dari uap panas bumi yang sudah terpakai. Sebagai salah satu peserta dalam proyek ini, Toshiba menyediakan turbin dan generator uap (STGs) panas bumi untuk sistem flash.

Simak selengkapnya di sini.

7. Pejuang Anti-apartheid Afsel, Rekan Terdekat Nelson Mandela Wafat

Pejuang anti-apartheid Afrika Selatan, Ahmed Mohamed Kathrada meninggal dalam usia 87 tahun. Katrhrada wafat di rumah sakit di Johannesburg setelah periode singkat penyakitnya, menyusul operasi otak.

Kathrada adalah salah satu dari delapan aktivis Kongres Nasional Afrika (ANC). Tahun 1964, Kathrada dan Mandela bersama delapan aktivis lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh rezim apartheid kulit putih. Vonis ini terjadi dalam sidang Rivonia. Kathrada, Mandela dan aktivis ANC menuntut pengunduran diri Jacub Zuma.

Baca selengkapnya di sini.

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar