(Ilustrasi) PP Muhammadiyah Serukan Boikot Starbucks yang Mendukung LGBT. Foto: Dok. The Village
(Ilustrasi) PP Muhammadiyah Serukan Boikot Starbucks yang Mendukung LGBT. Foto: Dok. The Village

NUSANTARANEWS.CO – Kita kenal perusahaan kopi yang luar biasa ketika kita mendengar nama Starbucks. Namun, sebuah isu sedang dibicarakan oleh para pengamat bisnis. Ini menjadi sangat mengejutkan ketika kita mendengar kabar bahwa tren penjualan Starbucks tengah mengalami penurunan penjualan dalam waktu yang lama.

Dilansir dari The Street, tren penjualan Starbucks telah mengalami penurunan dalam jangka panjang. Daya saing dunia digital semakin bergulat, kemajuan ekonomi lokal sedang menjadi tren dimana-mana. Starbucks harus mempertimbangkan upah karyawan mereka, biaya manfaat semakin meningkat, begitu juga biaya dalam pembukaan cabang baru, tren penurunan penjualan ini tentu sangat tidak menguntungkan.

Brian Sozzi, mengamati hal ini dan mengatakan bahwa Starbucks harus segera menemukan solusinya dengan cepat dan solusi yang cepat pula untuk memulihkan keadaan.

Menurunnya penjualan di kubu Starbucks diperkirakan akan menghadirkan dua pilihan sebagai penanganannya. Pertama, menaikan harga produk dan resikonya menggiring orang untuk lebih memilih ke Dunkin ‘Donuts atau Mc Donald’s. Atau, menghadirkan muatan baru, makanan dan minuman  yang mengikuti arus tren yang digemari pelanggan dan mendorong kembali pelanggan mereka.

Persaingan dunia bisnis dalam bidang ini sangat meningkat pesat, produk-produk lokal di seluruh dunia tengah mengalami kebangkitan. Harus terus dilakukan penekanan terhadap ketertarikan pelanggan dan meningkatkannya dengan baik.

Penulis: Riskiana
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar