Connect
To Top

Suara Warga : Resolusi 1912, Politik Konstitusi Pancasila Indonesia

NUSANTARANEWS.CO – Pada hari ini, Hari Bela Negara, tanggal 19 Desember 2016, kami Generasi Penerus Angkatan 45, memahami dengan sebaik-baiknya ikhwal berita berjudul “Pancasila tidak dapat diubah kecuali makar” di salah satu media online di Jakarta. Demikian bunyi suara warga yang disampaikan Ketua Generasi Penerus Angkatan 45, Pandji R Hadinoto, lewat keterangan tertulisnya.

‎”Dan dalam rangka mengemban amanat Mukadimah KepPres 50/1984 berikut Nilai-nilai Dasar Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 khususnya butir 1) semua nilai yang terdapat dalam setiap sila dari Pancasila,” terang Pandji, Senin (19/12)

Disamping itu, lanjut Pandji, setelah menimbang dengan seksama Politik Kepeloporan Pejoang45 Indonesia yang termaktub dalam “Politik Kehormatan/Kebahagiaan Publik Indonesia”, dengan iktikad baik Generasi Penerus Angkatan 45 sepakat menegaskan, “1) pengakuan kami sepenuhnya atas UUD 1945 sebagaimana Berita Repoeblik Indonesia Th II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75 Tahun1959 karena Pembukaan UUD 1945 yang terkandung sila-sila Pancasila adalah melekat seutuhnya;” serunya.

“2) keberatan/penolakan kami atas UUD Reformasi 1999 – 2002 sesuai Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 11, 12, 13, 14 Tahun 2006 karena tanpa terpadu dengan Pembukaan UUD 1945 yang terkandung sila-sila Pancasila,” sambung Pandji.

Resolusi 1912 ini dipublikasikan, tambah Pandji, dengan menimbang kearifan lokal demi kokoh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia kini dan esok.  “Sekaligus turut mendoakan agar penambahan Pimpinan MPR dan DPR jadi pertanda pertambahan kapasitas energi terpasang kiprahkan Politik Konstitusi Pancasila dengan refungsikan UUD 1945 per BRI Th II, 1946 jo LNRI 75/1959 yang berlekatan Adendum-adendum yang dibutuhkan kini dan esok. Supaya tidak kembali tergelincir dalam terebutan hegemoni asing,” kata Pandji. (ris45/red-02)

Komentar