Jokowi dan Obama tampak berjabat tangan. Foto via liputan6
Jokowi dan Obama tampak berjabat tangan. Foto via liputan6

NUSANTARANEWS.CO – Politisi dari Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i, mengungkapkan bahwa jika rakyat Indonesia diberikan pilihan mau dipimpin oleh Jokowi Widodo (Jokowi) atau Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, maka rakyat pasti lebih memilih Obama.

Hal tersebut disampaikan Syafi’i dalam menyindir wacana Jokowi yang ingin memasang orang asing di jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, sekalian saja Presiden Republik Indonesia (RI) diisi oleh orang asing.

“Kalau pilihannya memilih Jokowi dan Obama yang sebentar lagi pensiun sebagai Presiden AS, saya rasa banyak rakyat akan memilih Obama,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (7/1/17).

Pasalnya, Anggota Komisi III DPR RI itu, mengatakan bahwa Obama juga memiliki sejarah dan kedekatan dengan Indonesia karena pernah tinggal dan bersekolah di kawasan Menteng, Cikini, Jakarta.

“Karena Obama juga punya sejarah dengan Indonesia seperti halnya Archandra Wakil Menteri ESDM yang warga AS. Tentunya gengsi Indonesia juga naik karena dipimpin oleh mantan Presiden AS 2 periode,” ujar Syafi’i menyindir.

Jika hanya masalah kewarganegaraan, Syafi’i menuturkan bahwa hal tersebut mudah saja menggantinya.

Namun, Syafi’i menambahkan, jika rakyat diberikan pilihan mau dipimpin Obama atau Prabowo Subianto, maka rakyat pasti akan memilih Prabowo.

“Masalah warga negara kan sudah dibuktikan gampang seperti kasus Arcandra. Tapi kalau pilihannya adalah Prabowo dan Obama, rakyat tentunya akan lebih memilih Prabowo. Karena nasionalisme yang jelas, kemampuan yang teruji dan lain-lain,” katanya. (Deni)

Komentar