Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi/Foto via konfrontasi
Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi/Foto via konfrontasi

NUSANTARANEWS.CO – Maraknya kasus-kasus temuan lambang komunis atau palu arit belakangan ini dinilai memunculkan keresahan di masyarakat. Karena itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengaku resah adanya logo-logo berbau komunisme tersebut.

Hal itu menunjukan gaya-gaya komunisme masih bisa dirasakan saat ini. “Saya melihat kebangkitan komunis itu gaya bukan dalam arti institusi bahkan Menhan mensinyalir gerakan komunisme itu muncul dalam poltik nasional,” ujar Romahurmuziy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (28/1/2017).

Pria yang kerap disapa Romi, yang juga anggota DPR komisi III tersebut mengimbau kepada masyarakat jangan gampang terkena adu domba oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya ciri-ciri komunisme adalah membenturkan masyarakat dengan negara sehingga dapat terciptanya kegaduhan. “Karena itu masyarakat dekat dengan nilai-nilai agama dan dijauhkan dari komunisme,” ungkapnya.

Semantara, soal masalah suku, ras, agama dan antar golongan (SARA) juga salah satu penyebab timbulnya komunisme. Akibat oknum dengan sengaja menciptakan kegaduhan dengan menyinggung masalah sensitif seperti SARA.

“Ini akibat yang muncul dibenturkannya Islam dengan negara, antar kelompok masyarakat,” tutur Romi. (Richard)

Komentar