Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapentasker) Hery Sudarmanto/Foto: Dok. Humas Kemnaker
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapentasker) Hery Sudarmanto/Foto: Dok. Humas Kemnaker

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapentasker) Hery Sudarmanto menjelaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi, memegang peranan penting dan strategis dalam menyiapkan Pengantar Kerja yang berkualitas, yaitu memiliki kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme yang dipersyaratkan.

“Oleh karena itu penjaminan mutu penyelenggaraan uji kompetensi dan sertifikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menciptakan lembaga sertifikasi kompetensi yang mandiri, kuat, terpercaya dan berwibawa. Kunci dari semua ini ada di pundak para Asesor dalam pelaksanaan uji kompetensi untuk mencapai kinerja yang memuaskan,” terang Hery lewat siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/12)

Sebagaimana diketahui, kinerja pengantar kerja yang muaskan saat ini masih sangat diperlukan. Sebab masih banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berangkat bekerja ke luar negeri secara nonprosedural dan tidak berdokumen serta banyaknya lulusan perguruan tinggi yang mencari kerja. Fungsional pengantar kerja terdapat pada instansi yang erat kaitannya dengan ketenagakerjaan seperti PNS di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), BNP2TKI dan Pemerintah Daerah (Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, Kabupaten dan Kota).

Disamping itu, Kementerian Ketenagakerjaan telah merekrut 20 Asesor yang mengikuti pelatihan asesor selama 5 (lima) hari dan telah dinyatakan lulus oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Para asesor ini nantinya akan melaksanakan uji kompetensi terhadap para pengantar kerja yang tersebar di seluruh Kabupatan/Kota se-Indonesia.

“Hanya satu pesan saya agar para Asesor dalam melakukan uji kompetensi sesuai dengan norma, kriteria, dan prosedur yang berlaku dan tidak melakukan keberpihakan. Sehingga mampu memberikan pencitraan positif kepada Pengantar kerja dan pemangku kepentingan,” tegas Hery.

Herry berharap para asesor ini melaksanakn tugas secara baik dan tidak berpihak, mengingat pentingnya peranan para pengantar kerja ini. “Pelayanan pendaftaran kepada pencari kerja merupakan salah satu tugas dari pejabat fungsional pengantar kerja,” ujarnya.

“Oleh karena itu petugas pengantar kerja merupakan ujung tombak pelayanan penempatan tenaga kerja, maka petugas tersebut harus difungsikan sebagaimana mestinya. Kelancaran dan keberhasilan mekanisme antar kerja sangat dipengaruhi oleh tingkat kualitas dari petugas yang melaksanakan kegiatan antar kerja dalam hal ini pengantar kerja,” sambung Hery mengakhiri. (Sule)

Komentar