Sosok

Pendidikan Karakter Kokohkan Jati Diri Bangsa Indonesia

Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Azyumardi Azra
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra menyampaikan, pendidikan karakter akan memperkokoh jati diri dan ketahanan masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang memiliki beragam budaya.

“Keragaman budaya di Tanah Air dapat terancam jika setiap entitas dan kelompok hanya mengunggulkan budaya masing-masing serta tidak menghargai budaya lain,” kata dia di Padang, Rabu (28/9).

Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISI) Universitas Andalas (Unand) Padang dengan tema ‘Penguatan Ilmu Sosial dan Humaniora Untuk Perbaikan Karakter Bangsa’.

Oleh sebab itu, menurut dia, perlu dilakukan penguatan karakter bukan hanya kepada generasi muda namun untuk seluruh kalangan agar hadir perilaku yang menghargai keragaman.

“Ini penting dilakukan karena saat ini masyarakat kian kehilangan keadaban sehingga kerap dijumpai perilaku kekerasan antara sesama berupa tawuran pelajar hingga antar kampung,” tambahnya.

Ia mengemukakan pendidikan karakter dimulai dari keluarga karena rumah tangga adalah sarana pertama dan utama yang akan membentuk kepribadian.

“Dalam Islam perhatian terhadap pembinaan keluarga amat besar karena merupakan basis utama dari suatu bangsa,” ujar dia.

Kemudian pembentukan karakter juga dilaksanakan di sekolah melalui penanaman nilai sehingga lahir siswa yang memiliki jati diri dan kepribadian. Selama ini, sekolah hanya fokus untuk menyampaikan pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran, karena itu perannya perlu diperluas melalui pendekatan keteladanan menerapkan pendidikan karakter dalam kurikulum, lanjut dia.

Berikutnya pendidikan karakter juga dilaksanakan di masyarakat karena memiliki pengaruh yang besar. Situasi masyarakat dengan sistem nilai yang dianut akan mempengaruhu sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan, terang dia.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan publik tidak boleh membebankan urusan masa depan bangsa ini khususnya tanggung jawab mendidik pelajar hanya kepada sekolah saja.

“Sekolah, keluarga, masyarakat harus saling bergandengan dan berangkulan menata masa depan anak-anak untuk kemajuan bangsa ke depan,” ujarnya pada acara Semarak Pendidikan Keluarga 2016 .

Ia mengemukakan selama ini sekolah selalu dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam mempersiapkan karakter dan masa depan pelajar.

Padahal sebetulnya keluarga yang paling bertanggung jawab karena anak lahir dan dibesarkan di rumah dan jika berhasil maka keluarga yang akan menikmati. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak meningkatkan peran keluarga dalam kesuksesan pendidikan. (Yudi/ant)

Komentar

To Top