Peristiwa

LPBI NU Petakan Risiko Bencana Daerah

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Gelar Pelatihan Resiko Bencana/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Gelar Pelatihan Resiko Bencana/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Kudus – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan pelatihan penyusunan kajian risiko bencana. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam program penguatan kapasitas pemerintah dan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan untuk respon bencana yang cepat dan efektif.

Output dari kegiatan tersebut tak lain adalah tersusunya peta risiko bencana (peta ancaman, peta kerentanan dan peta kapasitas) dan juga tersusunya kajian risiko bencana di kabupaten Barru dan Wajo (Sulawesi Selatan). Adi Widardo mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, mengingatkan akan pentingya kegiatan pada pra bencana.

“Diantaranya penyusunan perencanaan dalam penanggulangan bencana dengan mengacu pada kajian risiko bencana. Saat ini masih banyak yang hanya konsen pada saat bencana. Untuk itu BPBD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada LPBI NU yang telah menfasilitasi penyusunan kajian risiko di kabupaten Kudus dan Jepara Jawa Tengah,” kata dia dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (18/4/2017) di Jakarta.

Sementara itu Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kudus Ulib Albab Arwani, mengatakan pentingnya pencegahan bencana.

“Sebagaimana yang telah diungkapkan dalam al-Qur’an sebagai pedoman agama Islam, pelatihan ini merupakan sebuah aksi nyata dari LPBI NU yang memberikan manfaat kepada ummat dan masyarakat utamanya dalam bidang penanggulangan bencana,” ungkap dia. (*)

Pewarta/Editor: Romandhon

Komentar

To Top