Connect
To Top

Inspiratif! Ketika Dosen Ingin Jadi Jurnalis

NUSANTARANEWS.CO – Tiada habis dan tiada kurang setiap orang berusaha menimba ilmu. Belajar tentu tidak mengenal umur, profesi dan gelar. Pria kelahiran 1984 ini, berprofesi sebagai dosen akutansi di Universitas Mpu Tantular Jakarta sejak 2010, namun merasa kurang, dirinya masih ingin belajar mengikuti Kursus Jurnalistik Intensif yang di gelar oleh media massa Tempo Grup yakni Tempo Institute.

Tongam Sinambela, sosok yang pernah menjadi Ketua Program Didik pada 2011-2015 di Universitas Mpu Tantular ini, bukan gaji dan gelar profesi yang ingin diraihnya. Menurutnya, ia ingin mendapat ilmu dan pengalaman.

“Ilmu itu adalah investasi dan pengalaman tidak bisa dibeli, saya ingin belajar jadi jurnalis karena ingin memandang Indonesia dari perspektif lain,” ujar Tongam saat berbincang santai di depan Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta, Sabtu 13 Oktober 2016 malam minggu lalu.

Tongam mengaku, jam terbang yang tinggi di dunia akademisi membuatnya sering merasa kelelahan dengan ritme kerja wartawan disaat awal magangnya.

“Banyak sekali pengalaman yang didapat, tapi karena umur jadi nggak lincah,”ujarnya.

Kejadian yang tak terduga pun dia alami di saat harus tandem liputan bersama wartawan Tempo di salah satu seminar Bursa Efek Indonesia.

Tongam mengaku, bukannya menulis berita tapi malah isi materi seminar yang ditulisnya. “Selesai acara bukan berita yang saya tulis, malah urus sertifikat seminar,” ungkapnya sambil tertawa.

Meskipun dirinya sudah menjadi penulis buku materi kuliah yang berjudul ‘Pepajakan’, ia merasa berbeda dengan menulis berita.

“Jelas berbeda, kalau nulis buku materi itu harus ada tujuan pembelajarannya,” ungkap Tongam.

Meskipun ia memiliki berbagai pengalaman, salah satunya sebagai tim riset dari Marsindo Konsult Prima pada 2008-2009, awalnya Tongam enggan menyebutkan profesi dan gelar yang di milikinya.

“Kalau saya ungkap siapa saya, nanti pengajar dan mentor jadi sungkan atau segan sama saya,” ucap Tongam. (Andika)

Komentar