Suasana gelar perkara kasus Ahok di Mabes Polri, Selasa (15/11/2016). Gelar perkara dipimpin Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto/Foto: dok. AntaraFoto
Suasana gelar perkara kasus Ahok di Mabes Polri, Selasa (15/11/2016). Gelar perkara dipimpin Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto/Foto: dok. AntaraFoto

NUSANTARANEWS.CO – Komisi Kepolisian Nasional keluarkan sepuluh rekomendasi saat menghadiri gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Mabes Polri, Selasa (15/11).

Adapun 10 rekomendasi yang dikeluarkan atas nama tiga Komisioner yakni Bekto Suprapto, Andrea H. Poeloengan, dan Poengky Indarti adalah sebagai berikut:

1. Bahwa berdasarkan Perpres Nomor 17 tahun 2011 menyatakan Kompolnas berkewajiban dan berwenang untuk hadir dalam Gelar Perkara, bahkan pada kondisi dan syarat tertentu berhak meminta untuk dilakukan dan/atau hadir dalam Gelar Perkara;

2. Bahwa proses yang sedang berjalan saat ini adalah proses penyelidikan, bukan proses penyidikan Pro Justitia. Dimana penyelidikan yang dilakukan adalah untuk menemukan ada atau tidaknya perbuatan pidana. Penyelidikan adalah bagian dari proses penyidikan;

3. Bahwa penyelidikan selain mencari ada atau tidaknya perbuatan pidana, juga untuk meyakinkan para penyelidik bahwa apakah laporan pidana telah layak untuk dijadikan atau dinaikkan ke tahap penyidikan. Perlu kami tegaskan, dalam hal ini Polri telah bekerja sesuai dengan aturan Hukum Acara Pidana, baik KUHAP maupun Perkap No. 14 Tahun 2012;

4. Bahwa dalam hal ini Polri telah menerima 14 laporan polisi dan 1 surat pengaduan. Polri juga telah melakukan proses penyelidikan sejak diterimanya laporan pada tanggal 6 Oktober 2016 hingga saat ini, dan telah mendapatkan keterangan melalui proses interview kepada 29 saksi dan 39 ahli;

5. Pada proses gelar perkara, Polri telah memaparkan hasil informasi yang dikumpulkan baik dari Pelapor, Terlapor, Saksi, Ahli Pidana, Ahli Agama, Ahli Bahasa, Ahli Digital Forensik, Ahli Psikologi, Ahli Antropologi, Ahli Jurnalis, dan lainnya, baik yang diajukan oleh Pelapor, Terlapor maupun Polri;

6. Saat ini Polri sedang dan akan terus mengumpulkan dan menganalisa beberapa informasi tambahan yang didapat dalam gelar perkara hari ini;

7. Bahwa hasil gelar perkara akan diumumkan oleh Polri dalam satu atau dua hari mendatang;

8. Bahwa kami berpendapat apa yang dilakukan Polri dalam proses penerimaan laporan, penyelidikan hingga gelar perkara, Polri telah bekerja secara optimal, profesional, mandiri, modern dan transparan. Oleh karena itu Kompolnas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri;

9. Kami menjadi saksi bahwa seluruh peserta gelar, baik dari pihak Pelapor, Terlapor, Ahli dan Pengawas lainnya, memberikan apresiasi yang tinggi juga kepada kinerja Polri, sehingga tidak ada alasan bagi pihak manapun juga untuk melakukan intervensi atau tekanan baik langsung maupun tidak langsung yang berpotensi dapat mempengaruhi independensi Polri;

10. Kami mohon agar masyarakat bersabar dan tidak terpancing informasi serta upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tidak ada informasi yang akurat selain yang nanti akan dikeluarkan secara resmi oleh Polri. Materi gelar dan hasil gelar perkara bersifat rahasia dan hanya sah jika disampaikan oleh Polri.

“Akhirnya, kami memohon agar masyarakat tetap bersabar, serta menjaga kerukunan dan perdamaian,” mereka bertiga sekira Pukul 18.25 WIB. (red)

Komentar