UberEntrepreneur, WaJah Dunia Bisnis Modern Masa Depan?

dari kiri-kanan) Rory Asyari, selaku moderator, Budi Mustopo, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kewirausahaan, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Diah Yusuf, Direktur Women Empowerment - International Council of Small Business, Ryan Gondokusumo, CEO Sribulancer dan Sribu, Achmad Alkatiri, CMO Lazada Indonesia, Agus Sunaryo, Vice President Divisi Bisnis Program Pangan dan Kemitraan, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sedang berdiskusi tentang inisiatif program UberENTREPRENEUR dan lanskap UMKM di Indonesia. Foto: Dok. UberEntrepreneur

dari kiri-kanan) Rory Asyari, selaku moderator, Budi Mustopo, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kewirausahaan, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Diah Yusuf, Direktur Women Empowerment - International Council of Small Business, Ryan Gondokusumo, CEO Sribulancer dan Sribu, Achmad Alkatiri, CMO Lazada Indonesia, Agus Sunaryo, Vice President Divisi Bisnis Program Pangan dan Kemitraan, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sedang berdiskusi tentang inisiatif program UberENTREPRENEUR dan lanskap UMKM di Indonesia. Foto: Dok. UberEntrepreneur

NusantaraNews.co, Jakarta – Head of Public Policy and Government Affairs, Indonesia, Uber, John Colombo menyampaikan, mayoritas mitra UberENTREPRENEUR adalah mereka yang belum lama merintis wirausaha dan memerlukan dukungan dan akses lebih luas untuk mengembangkan usahanya.

“Dari survey dengan responden > 8.400 mitra yang bergabung dalam inisiatif UberENTREPRENEUR, 40% baru menjalankan usaha kurang dari 2 tahun, 60% di atas 2 tahun dengan mayoritas (44,4%) beromzet antara Rp 1-5 juta per bulan,” ungkap John di acara Peluncuran UberENTREPRENEUR, di Hotel Mandarin Oriental Diponegoro Ballroom, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Selasa (3/10/2017)

Hal yang menarik, kata Jhon, modal bukan satu-satunya (29,1%) kendala yang dihadapi oleh para UberENTREPRENEUR, mayoritas terkendala untuk bisa mengembangkan usaha (41,7%) serta keterbatasan pengetahuan marketing dan pengelolaan bisnis (29,1%).

“Sekitar 80 persen berniat memperluas jaringan usaha mereka dengan berpartisipasi dalam inisiatif UberENTREPRENEUR,” ucap dia.

“Teknologi, inovasi dan kewirausahaan berperan besar dalam membentuk dunia bisnis modern di masa depan. Kita perlu bekerja sama dan mencari berbagai solusi kreatif untuk mendukung kegiatan-kegiatan ekonomi yang fleksibel dan kewirausahaan. Uber berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi-solusi tersebut serta menjadi bagian dari perjalanan para wirausahawan Indonesia menuju masa depan yang sukses,” tambah John mengakhiri.
(red02)

Baca: UberENTREPRENEUR Indonesia Pelengkap Kesempatan Ekonomi Fleksibel

Editor: Ach. Sulaiman

Exit mobile version