Try Sutrisno: Demokrasi Bukanlah Tujuan

Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno dan Ketua Umum PMII Aminudin Ma'ruf /Foto via Okezone
Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno dan Ketua Umum PMII Aminudin Ma’ruf /Foto via Okezone

NUSANTARANEWS.CO– Era reformasi tak terasa sudah berjalan selama 18 tahun, dan itu bukanlah waktu yang singkat. Rentang waktu yang cukup lama tersebut memang sudah saatnya dilakukan refleksi secara nasional, apalagi menjelang 71 tahun peringatan kemerdekaan Indonesia.

Wakil presiden keenam RI, Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno Try Sutrisno, dalam kesempatan mengisi acara Kolokium dan Kondolidasi Kampus Se-Indonesia yang dilaksanakan PB PMII di Jakarta menuturkan bahwa era reformasi dicanangkan 18 tahun silam tanpa suatu konsep yang jelas, utuh dan menyeluruh.

“Yang terjadi adalah titipan, bawaan, intrusi, nilai-nilai liberalistik dan kapitalistik dengan berlindung di belakang demokrasi dan keterbukaan,” kata dia.

Try Sutrisno heran para reformis seakan sudah merasa puas setelah rakyat Indonesia menikmati era keterbukaan dan menjadi demokratis. “Mereka lupa demokrasi adalah hanya alat untuk mencapai tujuan, jadi demokrasi bukanlah tujuan,” ucapnya.

Pemaparan singkat dan padat dari Try Sutrisno dipertegas Ketua PB PMII, Aminuddin Ma’ruf. “Sebagai refleksi menjelang 71 tahun kemerdekaan Indonesia, reformasi yang sudah berjalan 18 tahu sudah saatnya dievaluasi bersama,” kata dia dalam kesempatan sama.

Amin menambahkan, buah dari reformasi, Indonesia malah justru kehilangan identitas sebagai bangsa. “Nilai-nilai keindonesiaan kian hilang. Ideologi negara Pancasila kian rentan di tengah tekanan fundamentalisme dan sekularisme. Pemerataan pembangunan yang diimpikan sebagai ekses dari otonomi daerah juga tidak terlihat nyata,” papar Amin.

Ia juga heran, setelah kran demokrasi terbuka, malah biaya demokrasi tersebut tampak kian mahal, sehingga peranan modal sangat dominan menentukan kepemimpinan nasional dan arah kebijakan. Kata Amin menegaskan. (eriec dieda/red-01)

Exit mobile version