Tahun 2019 Kemenag Bangun Gedung Sarana Pendidikan di 41 PTKIN Senilai Rp 1,270 Triliun

kemenag, ptkin, sarana pendidikan, nusantaranews
Tahun 2019 Kemenag Bangun Gedung Sarana Pendidikan di 41 PTKIN Senilai Rp 1.27 Triliun. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Tulungagung – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan membangun sarana pendidikan di 41 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) se-Indonesia.

GP Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim berpesan kepada seluruh pengelola SBSN untuk menjalankan program pembangunan ini dengan sungguh-sungguh (prudent) agar hasilnya maksimal mendukung pembelajaran dan aktivitas akademik lainnya.

Lebih lanjut, Arskal menuturkan pengalaman beberapa tahun terakhir ini masih ada beberapa PTKIN sebagai penerima SBSN dinilai kurang maksimal, meskipun secara umum Kementerian Agama diniai sebagai lembaga yang terbaik dalam pengelolaan pembangunan SBSN.

“Kesempatan menjalankan amanah SBSN jangan disia-siakan harus dikelola dengan kualitas yang lebih baik,” jelasnya, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Arskal mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan Islam saat ini sudah mulai diarahkan pada capaian mutu dan kualitas.

“Kita akan beralih pada peningkatan mutu tidak terus menerus pada pembangunan fisik, mengngat tantagan global semakin ketat,” ucapnya.

Terkait dengan itu, Arskal mengingatkan kepada PTKI mulai melengkapi sarana Informasi Teknologi (IT).

“Perguruan Tinggi di luar negeri sudah canggih dan modern salah satunya terlihat di hampir semua forum-forum diskusi terlihat IT yang canggih,” ucap Arskal.

Di hadapan 125 pengelola SBSN yang hadir, Arskal memaparkan bahwa tahun anggaran 2020 ada banyak pembangunan fisik.

“Tapi kita harus berbagi dengan program-program lain yang berorientasi pada kualitas, seperti program 5000 doktor, peningkatan kualitas penelitian, kualitas jurnal yang terakreditasi dan mutu dan daya saing mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Safriansyah menerangkan bahwa Saat ini lelang perencanaan sudah selesai semua memasuki lelang konstruksi. Sehingga pada awal Juni mendatang sudah dimulai proses pembangunan.

Pembangunan sarana prasarana pendidikan diantaranya berupa ruang kelas pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, gedung adminsitrasi perkantoran dan sarana kemahasiswaan didanai menggunkan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Kemudian, Rektor IAIN Tulungagung menyambut gembira atas kepercayaan yang diberikan Kemenag, Bappenas dan Kemenkeu, kampusnya beserta 40 PTKIN lain sebagai penerima SBSN tahun anggaran 2019.

“Kami akan kelola sebaik mungkin dengan amanah sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh sivitas aademika PTKIN,” ucap Maftuhin.

Tahun anggaran 2019 Kementerian Agama menyalurkan Rp 1,270 triliun untuk pembangunan gedung pendidikan di 41 PTKIN. Ada 35 PTKIN dengan skema single years dan 6 PTKIN dengan multy-years yaitu UIN Imam Bonjol Padang, UIN STS Jambi, UIN Raden Intan Lampung, UIN Maulana Hasanuddin Banten, UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Antasari Banjarmasin.

Kegiatan Koordinasi dan Evaluasi SBSN Tri Wulan pertama diselenggarakan oleh IAIN Tulungagung pada tanggal 25-27 April 2019. Tampak hadir Maftuhin Rektor IAIN Tulungagung, Saifuddin Wakil Rektor II, dan sejumlah pimpinan lainnya.

Dari Kementerian Agama RI hadir Nur Yasin Kasi Sarpras PTKIN, Otisia Arinindyah Kasi Sarpras PTKIS dan Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan.

(rb/nus)

Editor: Eriec Dieda

Exit mobile version