Selenga, Kata Sandi Latihan Militer Gabungan Rusia-Mongolia

selenga, kata sandi, latihan militer, militer gabungan, rusia-mongolia, nusantaranews
Latihan militer gabungan Rusia-Mongolia, Selenga. (Foto: Garda Nasional)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Selenga adalah kata sandi latihan militer gabungan RusiaMongolia yang telah berlangsung sejak 2008 silam. Latihan militer tahunan ini terus berlangsung hingga saat ini.

Selenga 2019 Rusia mengirimkan 1.000 prajurit untuk ambil bagian dalam latihan militer ini. TASS melaporkan, prajurit Rusia telah tiba di Mongolia membawa sekitar 300 unit peralatan militer.

“Tiga brigade prajurit bersama peralatan militer dari Distrik Militer Timur telah tiba di Mongolia untuk ambil bagian dalam latihan bersama Rusia-Mongolia bertajuk Selenga 2019. Latihan akan dimulai pada 15 Agustus,” demikian siaran pers Distrik Militer Timur, Rabu.

Dikatakan, Rusia menyertakan sistem artileri self-propelled (Artileri gerak sendiri/Artileri swa-gerak -red) Akatsiya 152mm, peluncur roket berganda Grad, sistem senjata Shilka, kendaraan infanteri T-72B3 dan BMP-2.

“Halikopter Mi-24 dan Mi-8AMTSh yang ditempatkan di wilayah Zabaikalsky Rusia juga akan ambil bagian dalam latihan ini,” kata siaran pers tersebut.

Selenga telah menjadi latihan militer tahunan Rusia-Mongolia sejak 2008 silam. Tahun lalu, Selenga digelar di Buryatia Rusia di mana Mongolia melibatkan sekitar 1.000 prajuritnya.

Sebelum 2011, Selenga dijuluki Darkhan yang berarti konstruktor dalam bahasa Mongolia. Pada 2016, Selenga digelar di Burduny Buryatia yang melibatkan sekitar 1.000 tentara dan hingga 200 peralatan militer.

Setahun sebelumnya, Selenga kembali digelar di pelatihan Zuunbayan Mongolia di Gurun Gobi.

Diketahui, Mongolia memang sudah sejak lama meminta kepada Kementerian Pertahanan Rusia untuk membantu mempersenjatai pasukan pertahanan mereka dengan senjata-senjata yang canggih. Sementara, Rusia telah memberikan bantuan pelatihan militer bagi tentara Mongolia.

Mongolia adalah negara yang terkurung di tengah-tengah antara Rusia dan Tiongkok. Dan sudah rutin mengadakan latihan militer gabungan dengan Rusia setiap tahun sejak 2011 silam. Saat ini, militer Mongolia dilengkapi dengan beberapa sistem tempur dari Rusia seperti helikopter Mil Mi-24, tank T-54, T-72A dan BTR-70M APC yang telah dimodernisasi. (eda)

Editor: Eriec Dieda

Exit mobile version