Pemprov Jatim Kembangkan Ekonomi Kreatif Bagi Pekerja Migran

Saifullah Yusuf Selaku Wakil Gubernur Jatim Meninjau Tempat Bagian Pelayanan Rumah Sakit Pada Acara Kunjungan Pelatihan Ke BLK LN PT Prima Duta Sejati Gempol Pasuruan.(FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)
Saifullah Yusuf Selaku Wakil Gubernur Jatim Meninjau Tempat Bagian Pelayanan Rumah Sakit Pada Acara Kunjungan Pelatihan Ke BLK LN PT Prima Duta Sejati Gempol Pasuruan.(FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jatim terus mengembangkan program ekonomi kreatif bagi pekerja dan keluarga migran pasca bekerja di luar negeri. Program tersebut bertujuan agar para migran yang baru pulang dari negeri orang, bisa terus produktif di masa tua mereka.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat berkunjung di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT. Prima Duta Sejati Jl. Raya Tanjung 52-54 Gempol-Pasuruan, Selasa (26/6/2018).

Baca:

Disampaikannya, salah satu program yang akan dikembangkan itu adalah mengelola hasil dari bekerja migran selama di luar negeri untuk digunakan usaha maupun bisnis dan investasi yang menguntungkan serta memberikan pola asuh pendidikan yang positif kepada anak pekerja migran yang ditinggalkan.

Menurutnya, mengelola dana hasil dari bekerja selama menjadi migran di luar negeri harus dilakukan dan dialihkan kepada bentuk usaha yang produktif. Sehingga pengelolaannya tersebut bisa memberikan pendapatan keluarga di masa mendatang. Caranya, bisa memproduksi UMKM dan dipasarkan melalui online.

“Jangan sampai setelah dari luar negeri uangnya habis, nanti kembali lagi jadi pekerja migran. Oleh karena itu, kami tawarkan untuk mengelola hasil kerjanya agar digunakan sebagai ekonomi kreatif dan bisa bergerak di sektor UMKM,” ujarnya.

Tak hanya memikirkan usaha, Gus Ipul sapaan akrabnya juga menawarkan agar anak anak pekerja migran yang ditinggalkan mendapat perlakuan pendidikan hingga pola asuh yang baik. Artinya, ketika orang tuanya bekerja anak anak mereka disini bisa mendapat pendidikan yang layak.

Pewarta: Setya/TW
Editor: Achmad S.

Exit mobile version