AS Ingatkan Jepang Hati-Hati Gunakan Rudal Jelajah Barunya

Rudal Balastik/Ilustrasi/Nusantaranews
Rudal Balastik/Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Amerika Serikat – Baru-baru ini, Jepang dikabarkan siap membeli Rudal BGM-109 Tomahawks untuk menangkal nuklir dari Korea Utara (Korut). Menyikapi hal itu, Amerika Serikat (AS) mengingatkan Tokyo untuk berhati-hati kalau hendak menggunakan BGM-109 Tomahawks.

Hanya saja, karena alasan ketegangan dengan Korut terus meningkat, hal ini memicu ketakutan akan konflik global pecah. Sehingga, Jepang berusaha untuk melindungi diri dengan kekuatan alutsistanya. Apalagi, Trump juga sempat menegaskan kalau AS terus memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan diri dan sekutu-sekutunya.

Seperti diwartakan, Maret lalu Korut menembakkan empat rudal balistik Scud ke laut Jepang dan nyaris saja menghantam pangkalan militer AS di Laut Hapan. Politisi Jepang mulai meminta negara tersebut untuk meningkatkan persenjataannya menyusul uji coba rudal tersebut. Scud adalah serangkaian rudal balistik taktis yang dikembangkan oleh Uni Soviet selama Perang Dingin. Scud diekspor secara luas ke negara-negara lain, khususnya negara-negara dunia ketiga.

“Saya percaya bahwa kita harus mempertimbangkan untuk memiliki kemampuan menyerang,” kata eks kepala pertahanan Gen Nakatan. Begitu pula politisi dari Partai Demokrat Liberal Jepang, Hiroshi Imazu menegaskan bahwa Jepang tidak bisa menunggu sampai negara hancur dulu baru mengerahkan kekuatan.

Kendati tegang akibat ancaman rudal Korut, Jepang masih berharap penuh terpilihnya Moon Jae-in sebagai presiden Korea Selatan mampu menenangkan ketegangan yang tengah berkecamuk di semenanjung Korea. Abe sendiri mengucapkan selamat kepada Moon atas kemenangan telaknya dan menyebut Seoul sebagai salah satu negara tetangga regional terpenting bagi Jepang.

Pewarta: Eriec Dieda
Editor: Romandhon

Exit mobile version