Antonio Guterres Terpilih Menjadi Sekjen PBB Yang Baru

NUSANTARANEWS.CO – Majelis Umum PBB pada Kamis (13/10) secara resmi menunjuk Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal baru menggantikan Ban Ki-moon. Mantan Perdana Menteri Portugal Antonio Guterres secara aklamasi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa yang baru.

Sebanyak 193 negara anggota PBB secara aklamasi mengesahkan resolusi penunjukkan mantan perdana menteri Portugal itu sebagai sekretaris jenderal selama lima tahun mulai 1 Januari tahun depan. Gutteres memperoleh dukungan dengan suara bulat dari Dewan Keamanan PBB dalam pemungutan suara pekan lalu, yang menjadi akhir dari kampanye paling transparan di PBB untuk mengisi jabatan tersebut.

Bernama lengkap Antonio Manuel de Oliveira Guterres, mantan perdana menteri Portugal ini terpilih menjadi Sekjen PBB setelah mengalahkan 13 kandidat lainnya, di antaranya adalah mantan Presiden Majelis Umum PBB Vuk Jeremic dan mantan Presiden Slovenia Danillo Turk.

Memang tidak banyak orang yang mengetahui sepak terjang diplomat berusia 67 tahun tersebut, kecuali di Portugal dan Eropa.  Tapi jabatannya sebagai direktur Badan Pengungsi PBB, UNHCR, akhirnya memoles rekam jejak Guterres menjadi kandidat serius guna menempati posisi Sekretaris Jenderal. Kini Guterres harus lebih serius mengangani krisis kemanusiaan terbesar sejak Perang Dunia II. Seperti diketahui, sekitar Mei 2005, Guterres terpilih menjadi Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Selama kurang lebih satu dekade, Guterres berkutat dengan organisasi yang menangani lebih dari 60 juta pengungsi ini.

Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB yang menetapkan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Proses pemilihan Sekjen PBB kali ini dinilai lebih terbuka, inkusif, dan transparan. Indonesia berharap terpilihnya mantan Perdana Menteri Portugal ini sebagai sekjen PBB baru dapat meningkatkan independensi, akuntabilitas, dan integritas PBB sebagai organisasi pemersatu bangsa-bangsa.

Guterres diharapkan dapat mengadopsi pendekatan baru dalam penanganan isu-isu global khususnya penyelesaian dan pencegahan konflik serta krisis kemanusiaan. Indonesia, sebagai negara yang mendukung dan percaya pada kinerja PBB berharap Guterres dapat menjalankan mandat dan tugasnya sesuai dengan Piagam PBB. Serta menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

Selain itu, Indonesia juga berharap Guterres dapat mendorong reformasi sekretariat PBB guna meningkatkan akuntabilitas dan efektifitas dalam mendorong negara anggota mengimplementasikan komitmen-komitmen yang ada terhadap agenda global.

PR Guterres saat ini ialah menangani beberapa krisis pengungsian terbesar seperti konflik Suriah, Irak, Sudan Selatan, dan Yaman. Dengan berbagai pengalamannya ini, Ban Ki Moon menyebut Guterres adalah pilihan tepat sebagai penerusnya.(Aya)

 

 

Exit mobile version