Angkatan Darat Amerika Dalam Waktu Dekat Segera Memperoleh Unit Pertama Rudal Hipersonik

Angkatan Darat Amerika dalam waktu dekat segera memperoleh unit pertama rudal hipersonik.
Angkatan Darat Amerika dalam waktu dekat segera memperoleh unit pertama rudal hipersonik/Foto: defensenews.com

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Angkatan Darat Amerika dalam waktu dekat segera memperoleh unit pertama rudal hipersonik. Menurut Letnan Jenderal L. Neil Thurgood, direktur Kantor Teknologi Kritis dan Kemampuan Cepat Angkatan Darat (RCCTO) Amerika Seriakt (AS), Angkatan Darat telah mulai mengirim peralatan yang diperlukan untuk mempersiapkan program pelatihan yang ketat.

Selain itu, Angkatan Darat telah bekerja sama dengan mitra industri untuk membangun basis peluncuran senjata hipersonik, baik untuk truk, trailer, dan pusat operasi pertempuran yang diperlukan.

“Pada akhir tahun fiskal ini, sekitar bulan September, semua peralatan yang dibutuhkan unit ditambah pelatihan akan dikirim,” kata Thurgood kepada Defense News, Senin (8/2).

Lockheed Martin adalah integrator sistem senjata untuk kemampuan hipersonik Angkatan Darat yang akan diluncurkan dari truk seluler dan Dynetics telah dipilih untuk membuat bagian luncur hipersonik dari rudal tersebut.

Thurgood juga mengatakan tanpa menyebut secara spesifik mengenai unit yang dipilih untuk menangani baterai hipersonik pertama, termasuk komandan kompi, batalion dan brigadenya.

Pada bulan Awal maret, Thurgood mengatakan bahwa dia akan mengirimkan dua tabung pelatihan pertama untuk digunakan unit tersebut untuk pelatihan.

Setelah unit itu memiliki peralatan yang dibutuhkan, kata Thurgood, unit itu akan memulai pelatihan pada bulan Oktober untuk mempersiapkan uji peluncuran gabungan pertama bersama Angkatan Laut, katanya.

Thurgood juga menyampaikan bahwa dia tidak dapat merinci profil tes yang akan dilakukan karena detailnya dirahasiakan.

Namun, Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy dalam sebuah konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Darat AS pad bulan Oktober menginformasikan bahwa tes pertama Common-Hypersonic Glide Body (C-HGB) telah berlangsung pada Maret tahun dari sebuah fasilitas rudal Pasifik di Kauai, Hawaii.

Senjata hipersonik tersebut dapat melesat dengan kecepatan lebih Mach 5 dan dapat bermanuver diberbagai ketinggian sehingga membuatnya sulit untuk dideteksi.

AS tampaknya sedang berlomba untuk mengembangkan senjata hipersonik serta sistem pertahanan karena Rusia dan Cina belakangan sngat aktif mengembangkan dan menguji senjata hipersonik masing-masing.

Sejauh ini, Dynetics sedang mempersiapkan hipersonik pertama di fasilitasnya di Huntsville, Alabama, sekaligus menjadi menjadi yang pertama diproduksi di kompleks industri militer AS.

Thurgood mengungkapkan bahwa tantangan dalam membangun basis industry baru adalah menciptakan rantai pasokan, bagaimana potongan-potongan itu bersatu, jadi bukan hanya berfokus pada tingkat atas, seperti Dynetics, katanya.

Diakui bahwa ada tekanan untuk bergerak cepat membangun glide bodies mengingat jadwal pengujian yang ketat di tengah pembatasan pandemi.

Namun, Thurgood mengatakan salah satu kuncinya adalah perusahaan yang terlibat sudah “inovatif” dalam pengerjaan proyek ditengah pandemi.

Exit mobile version