Analis Pertahanan Nasional: Kita Masih Butuh 3 Skadron Tempur

Skadron tempur (Foto ilustrasi)

Skadron tempur (Foto ilustrasi)

NUSANTARANEWS.CO – Pergantian panglima TNI baru disambut baik oleh Analis Pertahanan Nasional, Jagarin Pane. Meski demikian, Jagarin menegaskan bahwa panglima TNI baru harus mampu melanjutkan percepatan modernisasi militer Indonesia.

Dilansir melelui keterangannya, Jagarin menjelaskan bahwa sesungguhnya dari kacamata geostrategis negeri ini, maka benteng pertahanan Indonesia adalah angkatan laut dan angkatan udara udara.

Di dua matra ini, ungkap Jagarin, luasnya teritori yang harus dikawal adalah harga teritori paling mahal harga “pasarnya”. Mengembangkuatkan angkatan laut dan angkatan udara memerlukan investasi besar karena yang berperan besar di matra laut dan udara adalah kekuatan alutsista yang dimiliki.

Poros Maritim yang menjadi cita-cita pemerintahan sekarang, menurutnya memerlukan payung kuat angkatan udara dan angkatan laut.

“Makanya sangat wajar kalau kita harus memperkuat dua matra ini secara tegas, jelas dan terang. Kita masih membutuhkan setidaknya 3 skadron tempur diluar 11 jet tempur Sukhoi SU35.  Kita perlu sedikitnya 8 kapal selam untuk menjaga ALKI strategis, sejumlah kapal perang destroyer dan fregat, peluru kendali SAM jarak menengah untuk obyek vital,” tulisnya.

Jagarin menyebut, kepulauan Natuna merupakan pertarungan yang sesungguhnya manakala Indonesia bertaruh gengsi berteritori di sebuah kawasan yang demam konfliknya berkepanjangan.

Makanya pemerintah bersiap diri memagari Natuna demi gengsi, harkat dan kedaulatan berteritori. Pangkalan besar sedang dibangun di Natuna untuk memastikan perlawanan yang menyengat manakala harus berhadapan dengan negara yang haus klaim teritori. (*)

Editor: Romandhon

Exit mobile version