Beberapa Pimpinan KPK Dinilai Telah Jadi Alat Cukong dan Taipan

Ilustrasi
Ilustrasi

NUSANTARANEWS.CO – Beberapa Pimpinan KPK Dinilai Telah Jadi Alat Cukong dan Taipan. Hasil Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut tidak ada kerugian negara dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) dinilai janggal. Aneh jika pimpinan KPK saat ini menyebut hasil audit investigasi tidak ada kerugian negara. Pasalnya, audit yang dilakukan BPK terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras atas permintaan Plt Pimpinan KPK sebelumnya yakni Tufiqurrahman.

Untuk itu, Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menyebut ada beberapa orang dari pimpinan KPK periode ini yang menjadi alat cukong dan taipan dalam membangun kerajaan bisnisnya di Indonesia. Hasilnya, audit investigasi dari BPK menjadi salah dan Ahok pun terselamatkan dari kasus hukum yang harusnya mengantarkan dirinya ke jeruji besi.

Baca: Beda Pendapat KPK dan BPK Terkait Sumber Waras Disebabkan Oleh Cukong dan Taipan

“Sebenarnya, masyarakat sekarang juga sudah tidak percaya dengan seluruh lembaga penegak hukum karena telah menjadi alat cukong dan taipan dalam membangun kerajaan bisnis di Indonesia,” tuturnya saat dihubungi nusantaranews.co di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Diakuinya KPK juga merupakan salah satu lembaga penegak hukum yang menjadi bancakan para cukong dan taipan. “Tidak adanya pengusutan kasus korupsi lainnya mengindikasikan KPK telah menjadi alat cukong dan taipan,” katanya.

Untuk itu, guna mengembalikan kepercayaan masyarakat Salamuddin mengusulkan keudukan MPR dikembalikan sebagai lembaga tertinggi negara untuk menagih pertanggungjawaban lembaga-lembaga negara lainnya. (Restu)

Exit mobile version