Connect with us

Traveling

Ziarah Situs Sejarah Keraton Kasunanan Surakarta

Published

on

Keraton Kasunanan Solo /Foto Dok. @bagastigara
Keraton Kasunanan Solo /Foto Dok. @bagastigara

NUSANTARANEWS.CO – Tempat bersejarah lain di Surakarta yang wajib untuk dikunjungi adalah Keraton Kasunanan. Tempat ini kerap dioposisi binerkan dengan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta.

Hal ini tak berlebihan, mengingat keduanya – Keraton Kasunanan dan Kasultanan Ngayogyakarta – dulunya berasal dari cikal bakal kerajaan yang sama, yakni Kerajaan Mataram Islam. Dimana Mataram Islam ini berpusat di Kota Gede, Yogyakarta.

Sebuah pergolakan meletus di tahun 1746. Dimana Sunan Pakubuwana II yang merupakan Raja Kerajaan Mataram di Kartasura memindahkan pusat kekuasaannya ke Solo. Adanya campur tangan dari pihak Belanda mengakibatkan Mataram Islam pecah menjadi dua bagian.

Pertama berpusat di Solo, Surakarta dan yang kedua berpusat di Yogyakarta. Pembagian kekuasaan yang berpusat di Solo dan Yogyakarta ini terkait erat dengan adanya perjanjian Giyanti di abad 17.

Sampai saat ini, komplek Keraton Kasunanan Surakarta masih berdiri kokoh. Pengunjung bisa melihat bagaimana situs bersejarah ini dulunya pernah mewarnai kejayaan tempo dulu. Keraton Kasunanan juga menjadi saksi sejarah atas kejayaan Sunan Pakubuwana II. Banyak benda-benda bersejarah yang masih terawat di tempat ini.

Untuk masuk ke dalam komplek Keraton Kasunanan Surakarta, pengunjung diwajibkan menganakan pakaian adat kerajaan yang disebut dengan samir. Di dalam keraton ada satu peninggalan yang sangat keramat yakni Sangga Buana. Dipercaya Sangga Buana menjadi tempat pertemuan antara sang raja yang sedang berkuasa dengan pemimpin laut selatan.

Secara arsitektur, bangunan Keraton Kasunanan memiliki corak yang tak jauh berbeda dengan Keraton Kasultanan Ngayogyakarta. Dimana dominasi corak bangunan bergaya Jawa dan Eropa mendominasi situs sejarah yang sangat berharga ini. Dulu tak seorang pun bisa dengan mudah masuk ke dalam kompleks keraton, namun kini siapapun bisa mengunjunginya. (Adhon)

Baca Juga:  Cara Seru Nikmati Pantai Parangtritis dari Bukit Gupit

Loading...

Terpopuler