Connect with us

Berita Utama

Yudi Latief: Indonesia Rentan Perpecahan, Pancasilalah Pengokohnya

Published

on

Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief menjadi pemateri dalam sarasehan di Kodim 0824 Jember. (Foto: Sis/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jember – Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat rentan terjadinya perpecahan. Namun, Pancasilah yang menjadi pengokohnya.

“Keberadaan negara kita yang merupakan negara kepulauan yang dikenal sekali rentan akan perpecahan, namun dengan adanya dasar negara Pancasila hal tersebut dapat dipersatukan menjadi kekuatan yang kokoh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Yudi Latief saat menjadi pemateri dalam sarasehan bertajuk Merekatkan Bangsa Mengokohkan NKRI di Aula Kodim 0824 Jember, Senin (12/3/2018).

BACA JUGA: Bangsa Indonesia Mengubur Pancasila di Pekarangannya Sendiri

Yudi menuturkan, keberadaan TNI AD yang terstruktur hingga tingkat Babinsa dalam menyelenggarakan pembinaan teritorial sebagai kekuatan pertahanan menjadikan peran TNI sebagai bagian Sistem Pertahanan Semesta yang sangat disegani oleh negara lainnya.

Kodim Jember merencanakan program Satu Sekolah Satu TNI (S3T), kemudian mengumpulkan seluruh anggota Danramil, Babinsa dan anggota satuan TNI AD lainnya untuk pembekalan sebelum diturunkan ke sekolah-sekolah.

Selain Yudi Latief yang didatangkan untuk memberikan materi pembekalan, hadir pula sejumlah tokoh nasional lainnya seperti Penasehat BPIP R Beny Suesetyo dan Staf Ahli BPIP Togi Sirait.

Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Jember Faida MMR, Dandim 0824 dan Habib Ali Assegaf. Nama terakhir adalah (Panitia Pelaksana Saresehan dan Penulis Buku 57 Khutbah Jum’at & Dir Islam Integral). Hadir pula Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

BACA JUGA: Masa Depan Pancasila Sebagai Kenyataan di Bumi Nusantara

Di aula Makodim disambut pula sebanyak 270 Babinsa, 31 Danramil, serta perwakilan anggota dari Bvrigif Raider 9/2 Kostrad, Yonif Raider 509/9/2 Kostrad, Yonif Raider 515/9/2 Kostrad, Yon Armed 8/105 Tarik dan lain-lain. Total peserta sarasehan ini berjumlah 400 orang.

Baca Juga:  Zastrouw Al Ngatawi: Titik Tolak Pembangunan Desa Ada Pada Kultur Sosial

“Dengan baju hijau TNI ini dirinya serasa berada di tengah-tengah nuansa Merah Putih karena lahirnya negara, lahirnya Pancasila tidak terlepas dari perjuangan Ulama bersama TNI,” ujare Habib Ali Assegaf dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Acara dilanjutkan penyerahan Buku 57 Kutbah Jum’at karangan Habib Ali Assegaf kepada Yudi Latief yang selanjutnya penyerahan dari Yudi Latief kepada Dandim 0824 Jember. (sis)

Editor: Yahya Suprabana

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler