Connect with us

Lintas Nusa

Yuddy Chrisnandi, Ganjar, dan Djarot Kompak Kampanyekan HPS

Published

on

Yuddy Chrisnandi, Ganjar, dan Djarot Kompak Kampanyekan HPS /Foto Ilustra Nusantaranews

Yuddy Chrisnandi, Ganjar, dan Djarot Kompak Kampanyekan HPS /Foto Ilustra Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Hari Pertama Sekolah (HPS) dengan resmi digalakka pasca Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengeluarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2016. Mendikbud melalui surat edaran tersbeut menyerukan kepada masyarakat supaya mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Tujuannya untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang positif dan menyenangkan.

Selain itu, HPS juga dijadikan kesempatan untuk mendorong interaksi antara orang tua dan guru di sekolah untuk menjamin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak setahun ke depan. Dimana dalam surat itu diimbau supaya instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan dispensasi pada karyawannya untuk mengantarkan anak ke sekolah.

Karena itu, dengan kompak para petinggi negara serentak mengantar anak pada HPS. Sedangkan bagi yang sudah tidak memiliki tanggungan pendidikan anak di sekolah, kompak menyerukan HPS ini kepada masyarakat. Beberapa dari pejabat negara yang ikut serukan HPS adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, serta masih banyak yang lain.

Guna menyemarakkan ghirah HPS ini, Menpan-RB Yuddy Chrisnandi dan istrinya Velly Elvira mengantarkan anak mereka, Ayesha Fatma Nandira, ke SMP Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7). Sebagai orang tua, keduanya sama-sama memberikan semangat terhadap anak mereka, yakni mendorong Ayesha yang akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tempat belajar baru untuk berkenalan dan bergabung dengan teman-teman barunya pula.

Secara pribadi, Yuddy menilai hari pertama sekolah sebagai moment penting dalam siklus kehidupan anak-anak. Di samping itu, tambahnya, orangtua juga bisa bertemu dengan para guru dan membangun komunikasi yang baik saat mengantarkan anak pada hari pertama sekolah. Karena itu, pihaknya telah memberi instruksi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) supaya mengizinkan aparatur negara mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Dorong Realisasi Asuransi Pertanian

“Ini akan dikenang oleh anak dan menjadi proses pengenalan anak maupun orang tua dengan lingkungan sekolah. Hari ini hari pertama anak-anak masuk sekolah dan menjadi kewajiban orangtua untuk memberi perhatian pada anak-anaknya. Suasana seperti ini akan memberikan rasa nyaman tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi kami sebagai orangtua,” katanya.

Sementara itu, di lokasi berbeda, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memberikan imbauan kepada masyarakat Jawa Tengah supaya meluangkan waktu untuk mengantar anak pada HPS. Bahkan, tambah Ganjar jika perlu tidak hanya pada HPS, melainkan setiap hari sembari berangkat kerja.

“Menyenangkan bisa antar anak sekolah karena orang tua bisa mengerti perkembangan anak dan anak tahu jika dirinya didukung orang tuanya. Sambil berangkat kerja, orang tua bisa mengantarkan anak bersekolah, kalau bisa tiap hari tentu bagus,” kata Ganjar usai mengantar anak semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar (14), masuk sekolah di SMP Negeri 2 Semarang, Senin (18/7) kepada Antara.

Pernyataan Ganjar tersebut beriring harapan terhadap isi dan tujuan dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan terkait HPS. Karena itu, pihaknya tidak mempermasalahkan jika ada PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang hari ini (Senin) terlambat masuk kerja lantaran mengantar anaknya masuk sekolah. “Gak apa-apa PNS antar anak sekolah, yang penting tidak bolos kerja, kalau sudah nganter ya sudah kerja lagi,” ujarnya.

Sedangkan di Ibukota, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada HPS ini pun turut mengimbau para siswa yang baru masuk sekolah supaya mengenal lingkungan sekolah barunya dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada upacara gabungan SMA Negeri 70 dan 6. MPLS bagi Djarot harus menjadi sarana bagi siswa baru untuk secara positif mengenal profil lingkungan sekolah, program dan peraturan serta budaya sekolah agar kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan baik.

Baca Juga:  HPS; Anak Semangat Sekolah, Orang Tua Harus Siap Berkeringat

“Masa pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan awal untuk saling mengenal, menumbuhkan rasa kekeluargaan bagi seluruh warga sekolah. Kalian harus menyenangi lingkungan, mengetahui hak dan kewajiban sebagai siswa,” katanya di hadapan para siswa kelas X tahun ajaran 2016/2017, Senin (18/7).

Djarot berharap besar, dalam perjalanannya MPLS tidak berubah menjadi perpeloncoan yang memberikan tugas-tugas tidak masuk akal apalagi melibatkan kekerasan fisik maupun psikis. “Mari melalui MPLS saling menghormati, menyayangi,” harap Djarot. (MRH/SS)

Loading...

Terpopuler