Connect with us

Hukum

Yasonna: Kalau 17.528 CPNS Ini Misal Jadi Brengsek, Hancur Lebur Kemenkumham

Published

on

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Yasonna Laoly. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Sumsel – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Yasonna Laoly mengingatkan kepada 17.426 CPNS Kemenkumham agar menjadi pegawai yang bersih dan jauh dari perilaku yang bisa merusak institusi.

“Kita dapat penghargaan Kemenkumham best of the best. Karena kamu diterima bersih. Kami menuntut kamu untuk tetap bersih,” kata Yasonna saat pembekalan latihan dasar bagi CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel dan Babel di Griya Agung, Rabu (18/4/2018).

“Kalau 17.528 CPNS ini misal jadi brengsek. Maka kemenkumham bisa hancur lebur. Tapi saya tidak yakin itu. Dunia sudah berubah, kalau bisa bekerja cepat kenapa lambat. Sekarang birokrasi melayani, bersih. Karena kita berkompetisi dengan bangsa lain. Saya menaruh harapan besar kepada kalian. Kalian masih bersih. Jangan nodai dirimu dengan noktah hitam. Jangan rusak dirimu, jangan rusak institusi ini. Berjuta-juta anak Indonesia mau duduk di sini jadi CPNS. Kamu harus syukuri, dan tunjukkan perbuatan baikmu,” tambahnya.

Yasonna mewanti-wanti kepada para CPNS terutama yang hadir di acara pembekalan kali ini agar benar-benar menjauhi praktik-praktik kolusi saat mendaftar serta menghindari narkoba terlebih setelah diterima sebagai pegawai Kemenkumham.

“Bandar akan membujuk, mungkin ada seniormu yang menawarkan jangan terima. Laporkan ke saya kalau ada seniornya melakukan kejahatan. Laporkan ke saya, jangan takut. Kamu masih bersih. Stay clean. Sudah ada yang melaporkan ke saya. Langsung saya minta dirjen ditindaklanjuti,” tegasnya.

Politisi PDIP ini menegaskan dirinya tak akan segan menjatuhkan sanksi terberat bagi para pegawai Kemenkumham yang terbukti melanggar kedisiplinan.

“Contoh di Riau, ada CPNS yang berhasil lolos seleksi tapi terbukti menggunakan narkoba, maka terpaksa dia kita pecat. Kita tidak boleh menerima. Anda bisa bayangkan, pengguna narkoba masuk di tempat kerja. Jangan pakai narkoba,” paparnya.

Pewarta: Edy Santry
Editor: Eriec Dieda

Advertisement

Terpopuler