Connect with us

Politik

Yakin Menang, JOIN Untuk Indonesia Masifkan Gerakan

Published

on

Juru Bicara JOIN, Muhammad Rodli Kaelani (Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews)

Juru Bicara JOIN, Muhammad Rodli Kaelani (Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Beberapa waktu lalu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), resmi mendeklarasikan JOIN (Jokowi-Cak Imin). Menurut Juru Bicara Kornas JOIN, Muhammad Rodli Kaelani deklarasi tersebut merupakan pertegasan political movement terhadap arah dan keputusan politik di Pilpres 2019.

Rodli mengatakan, formasi pasangan Jokowi-Cak Imin menjadi sesuatu yang ideal sekaligus representasi otentik dan genuine kebangsaan Indonesia, kaum nasionalis dan Islam Nusantara. Selain itu, lanjut dia, Cak Imin merupakan tokoh sekaligus kader organik bangsa ini.

“Kita bisa tracking berbagai pengalaman dan keunggulan beliau, ini sekaligus bisa menjadi bahan komparasi dibandingkan calon-calon lain yang dimunculkan. Cak Imin lahir dari generasi tokoh Islam, NU dan pendiri bangsa ini, beliau hidup dan besar dengan lingkungan santri yang kuat dan menjadi pilar moderasi Islam di Indonesia,” ungkap Rodli, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (12/4/2018).

Dirinya menambahkan bahwa Cak Imin juga merupakan seorang tokoh aktivis kemahasiswaan PMII-Cipayung dan gerakan sosial. Kepeloporannya di era reformasi sudah teruji teruji hingga saat ini.

Baca Juga:
Cak Imin Resmikan Posko “Cinta” Pertamanya untuk Muluskan Langkah Jadi Cawapres
Cak Imin: Sastra Indonesia akan Kebingungan Mencari Pengganti Danarto

Loading...

Selain itu, kata Rodli pengalaman pemerintahan dan kenegaraan Cak Imin juga terbilang lengkap. Ia pernah menjadi Wakil Ketua DPR diusia yang cukup muda. Pernah menjadi Menteri. Serta terakhir, saat ini Cak Imin adalah Wakil Ketua MPR RI.

“Artinya secara etno-politik, leadership, kapasitas, kapabilitas serta dedikasi Cak Imin terbukti untuk bangsa ini,” ungkapnya.

Rodhi mengatakan, saat ini relawan JOIN sudah ada di semua provinsi dan dua pertiga kabupaten-kota dengan berbagai latar belakang relawan. “Kita terus semarak mempopulerkan kepada masyarakat soal profil dan gagasan-gagasan Cak Imin yang dikolaborasi dengan Jokowi. Semisal konsepsi SoeDurime, serta program-program pembangunan populis lainnya,” terangnya.

Baca Juga:  Puisi Hidup dan Perjuangan - Mirza Alihamdan

Mantan Ketum PB PMII itu menilai dengan modal perolehan PKB yang signifikan sebesar 11.298.957 (9,04 persen) pada Pemilu 2014, serta survei terakhir di atas parliamentary threshold pada Pemilu 2019 nanti, tentu saja Cak Imin dan PKB akan menjadi kunci kemenangan pada Pilpres 2019 mendatang.

“Jadi jika ada yang masih mengganggap Cak Imin kurang, itu ibarat orang yang ketiduran dalam suatu perjalanan, dan terlambat bangun. Dan kami kira Jokowi tidak mau rugi dengan kehilangan Cak Imin, karena kerugian itu bisa mengakibatkan beliau not elected for the second period,” tegasnya. (*)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler