Berita UtamaLintas NusaRubrikaTerbaru

Waspada Pasca Bencana Cianjur, Jawa Timur Layak Dilakukan Pemetaan Daerah Retakan Gempa

Waspada Pasca Bencana Cianjur, Jawa Timur Layak Dilakukan Pemetaan Daerah Retakan Gempa
Waspada pasca bencana Cianjur, Jawa Timur layak dilakukan pemetaan daerah retakan gempa.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Wakil ketua DPRD Jawa Timur Achmad Iskandar mengatakan pihaknya berharap BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana) untuk melakukan pemetaan daerah-daerah di Indonesia khususnya di Jawa Timur yang terdapat retakan-retakan dan disinyalir sebagai daerah rawan bencana gempa.

Pasalnya, kata politisi Demokrat ini, dengan adanya pemetaan tersebut, bisa dilakukan antisipasi sedini mungkin jika ada bencana gempa di wilayah tersebut.

“Belajar dari bencana gempa di Cianjur yang menelan ratusan jiwa. Kedepan bisa diantisipasi jika ada pemetaan daerah gempa atau bencana lainnya. Contohnya kita bisa mengingatkan masyarakat kalau wilayahnya merupakan daerah sekitaran retakan gempa. Masyarakat bisa antisipasi sedini mungkin jika terjadi bencana. Untuk menekan adanya korban jiwa,” jelasnya, Rabu (23/11).

Mantan birokrat ini mengatakan selain itu, pihaknya berharap adanya alat peringatan gempa dimaksimalkan di saat kondisi sedang mengalami cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Diusung Caleg di Pemilu 2024, Cara PKB di Jawa Timur Raih Suara Kalangan Milenial

“Kalau sudah terdeteksi tentunya bisa diantisipasi misalnya melakukan evakuasi massal bagi masyarakat yang wilayahnya terdeteksi gempa,” jelasnya.

Bencana gempa menimpa wilayah Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan Magnitudo 5,6 itu terletak di darat pada koordinat 107,05 BT dan 6,84 LS, berjarak sekitar 9,65 km barat daya Kota Cianjur atau 16,8 km timur laut Kota Sukabumi dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, korban meninggal akibat gempa mencapai 268 jiwa, yang teridentifikasi 122 jenazah, yang masih hilang 151 orang, dan korban luka mencapai 1.083 orang. Selain itu, gempa juga dilaporkan membuat rumah 22.198 unit rusak total. (setya)

Related Posts

1 of 24