Connect with us

Peristiwa

Warsito Bercerita Momen-momen Mengharukan Sebelum Putranya Tewas Tertembak di Aksi 22 Mei

Published

on

Sudah 6 Orang Tewas Akibat Bentrokan

Sedikitnya 8 orang tewas akibat bentrokan di Jakarta, 21-22 Mei lalu. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Warsito bercerita momen-momen mengharukan sebelum putranya tewas tertembak di aksi 22 Mei. Kepergian Adam Nooryan (19) yang menjadi korban tewas akibat kekerasan dalam aksi 22 Mei di Jakarta masih menyisakan duka lara mendalam.

Ditemui di rumah duka, sepupu Adam menuturkan, tragedi nahas yang menimpa Adam terjadi di Masjid Al Makmun Petamburan.

“Waktu itu, Adam sempat menolong salah satu massa aksi yang jatuh. Ketika Adam menolongnya, ada peluru yang menembus pinggang Adam. Menurut cerita orang yang ditolong oleh Adam, Adam sempat bertanya kepada dia, apakah dia tidak apa-apa tanpa memedulikan peluru yang telah menembusi tubuh Adam sendiri sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit,” kisah Sunandar saat ditemui redaksi di rumah duka yang terletak di Jalan Sawah Lio 2 Gang 3 Nomor 65 A, RT 006 RW 001 Jembatan Lima Tambora Jakarta Barat, Senin (27/5).

Baca juga: Keluarga Korban Menduga Ada Tindakan Pembunuhan di Aksi 22 Mei

Adam Nooryan, remaja berusia 19 tahun menjadi korban aksi kekerasan dalam aksi 21-22 Mei lalu di Jakarta. Adam tewas setelah tiga luka tembakan menembus punggungnya. Sampai saat ini, belum ada pihak manapun yang mengaku bertanggung jawab atas dugaan penembakan biadab terhadap Adam dan sejumlah korban lainnya.

Loading...

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Adam. Ayah almarhum Adam, Nur Warsito menceritakan kehidupan sehari-hari putranya tersebut saat berbincang-bicang dengan redaksi.

“Adam sehari-hari aktif di organisasi Remaja Masjid, Karang Taruna, Komunitas Skeatboard dan almarhum juga Komunitas Barista,” kenang Warsito.

Warsito menceritakan, mulanya putranya itu hanya penasaran atas aksi 21-22 Mei yang ramai oleh massa. Bersama teman-temannya ia datang untuk menyaksikan aksi tersebut. Adam sempat pulang ke rumah jam 02:00 dini hari. Kemudian berangkat lagi karena diajak teman-temannya.

Baca Juga:  Bicara Fakta dan Solusi, Pidato Prabowo di Singapura Pukau Peserta The World in 2019 Gala Dinner

Kata Warsito, pada sekitar pukul 03.45 menit, ibu Adam mengirimkan pesan WhattsApp kepada Adam menanyakan keberadaannya.

“Adam menjawab singkat, ‘di sini’. Kemudian, jam 04:30 temannya memberi kabar bahwa Adam berada di Rumah Sakit Tarakan. Adam tertembak dalam posisi sedang menolong orang yang terjatuh di lokasi aksi di Petamburan,” kisah Warsito.

Tak hanya itu, Warsito juga menceritakan bahwa Adam sore hari itu sepulang kerja langsung tidur. Habis shalat Maghrib Adam sempat berbincang-bincang bersama dirinya.

“Sempat saya becandain. Dia kerja sebagai Barista belum ada sebulan sebenarnya. Tapi saya candain dia; ‘perasaan lama amat ya tidak gajian?,” kenang Warsito.

Baca juga: Sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI Beri Dukungan Moral dan Santunan Kepada Keluarga Korban Kekerasan 22 Mei

“Iya ayah, ini Adam juga nungguin. Adam ingin membelikan baju koko buat ayah, buat adik untuk dipakai lebaran nanti, jawab Adam gitu,” tutur sang Ayah meniru ucapan almarhum putranya tersebebut.

Warsito lanjut bercerita, usai shalat Isya dan tarawih, Adam masih tidur di rumah. Pukul 23:00 WIB juga masih tidur. Lalu, lanjutnya, sekira pukul 01:30 WIB Adam keluar untuk nongkrong bersama teman-temannya.

“Dan biasanya ia sepulang kerja justru tidak tidur. Tidurnya bisanya jam 00:00. Dan hari itu seperti biasanya Adam langsung tidur sepulang kerja,” tuturnya.

Warsito mengaku sempat melihat jenazah Adam. Menutur informasi yang diterimanya, Adam meninggal karena kena tembakan di tubuhnya. “Tidak ada bekas penganiayaan di tubuh Adam. Tembakan ada di punggung Adam sebelah kanan,” katanya.

“Yang membawa Adam ke rumah sakit adalah orang yang ditolong oleh Adam dan warga setempat dengan ambulance milik ICT. Kata yang ditolong oleh Adam seperti itu,” imbuh Warsito.

Baca Juga:  Ladies, Apakah Anda Mengenal Tampon dan Menstrual Cup?

(ach/ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler