Ekonomi

Wakil Ketua MPR Ungkap Jumlah Kartel Daging

Wakil ketua MPR Oesman Sapta Odang/Foto via Liputan6.com/Andrian M Tunay
Wakil ketua MPR Oesman Sapta Odang/Foto via Liputan6.com/Andrian M Tunay

NUSANTARANEWS.COWakil Ketua MPR Ungkap Jumlah Kartel Daging. Pemerintah tengah berupaya menyiasati lonjakan harga daging sapi saat ini mencapai 120 Ribu/Kg. Pemerintah sendiri menargetkan penurunan harga hingga 80 Ribu/Kg yang telah dijanjikan jauh hari sebelum ramadhan tiba. Bahkan kini, setelah target meleset pemerintah menguapayakan harga daging sapi dapat turun menjelang hari raya lebaran yang kurang dari satu bulan.

(Baca: Siapa Mafia Daging Sapi?)

Wakil ketua MPR Oesman Sapta Odang turut angkat bicara dengan persoalan meningginya harga daging. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh permainan para kartel daging yang bertujuan mengeruk keuntungan besar dari pasar penjualan.

Oesman menyebutkan dirinya mengetahui setidaknya ada lima kartel daging yang sedang bercokol di Indonesia saat ini. “Ada lima kartel yang sudah diketahui tapi tidak disebutkan namanya karena takut melarikan diri ke luar negeri,” ujar Oesman di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Oesman mengaku tidak cukup yakin kartel di Indonesia hanya terdapat lima saja. Ia berpikir bahwa keberadaan kartel daging di Indonesia memiliki jumlah yang lebih besar dari yang diketahui tersebut. “Apakah hanya lima ini saja yang diketahui, tidak. Masih banyak lagi dan sangat rapi,” ungkapnya.#

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Serahkan 100.000 Bibit Cabai Kepada Masyarakat

(Baca jutga: Pencitraan Jokowi Penyebab Harga Daging Sapi Mahal).

Oesman mengisyaratkan hegemoni kartel daging tersebut yang sudah merasuk dan menguasai para pemegang kebijakan di negara ini. Bahkan, kata dia, pengaruh mereka sampai ke level lembaga tinggi tingkat kementerian.

Ia mengutuk keras tindakan para kartel tersebut. Mereka, kata Oesman, justru mencari keuntungan dibalik masyarakat tengah membutuhkan daging untuk menjalani ibadah ramadhan. “Ini sangat menyakitkan rakyat. Harga daging sampai tembus 100 Ribu lebih. Di Singapura hanya 60 ribu sampai 65 ribu rupiah per kilonya. Padahal jaraknya sangat dekat dengan Indonesia,” ungkapnya. (Hatiem)

Related Posts

1 of 3,051