Connect with us

Ekonomi

Wajah Kemiskinan Tambah Suram Akibat Perang Dagang

Published

on

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. (FOTO: Istimewa)

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina yang meningkat dapat merusak kemajuan pengentasan kemiskinan ekstrim secara global.

“Kami sangat prihatin pada tekanan perdagangan,” kata Kim awal acara IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Kamis (11/10/2018) pagi.

Baca Juga:

Pernyataan tersebut sejalan dengan bahasan mendasar pada pertemuan para pejabat keuangan, gubernur bank sentral dan para pemimpin negara di pulau Bali tersebut, yaitu ancaman pada pertumbuhan dan perdagangan.

Kim dengan ketua IMF Christine Lagarde dan yang lainnya memperingatkan risiko pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dunia dari ancaman perdagangan dunia setelah AS menerapkan tarif pada puluhan juta dolar China dan Beijing membalas dengan pajak pembalasan serupa kepada as.

“Perdagangan adalah hal yang sangat penting karena dapat mendorong orang keluar dari kemiskinan ekstrim,” kata dia sebagaimana dilansir dari ABC News.

“Saya seorang pemikir global. Ini adalah pekerjaan saya. Perdagangan adalah satu-satunya kesempatan kita untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem. Kami membutuhkan lebih banyak perdagangan bukan mengurangi perdagangan,” imbuhnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa, kini Bank Dunia bekerja bersama negara-negara untuk mempersiapkan situasi yang memburuk. Persiapan ini karena jika tarif melewati batas akan berdampak pada perlambatan yang jelas dan negara-negara berkembang akan lebih merasakannya.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler