Connect with us

Hankam

Wacana QHM Sebagai Penopang Ketahanan Energi Nasional

Published

on

Powering the Archipelago (Ilustrasi). Foto: Stock

NusantaraNews.co, Jakarta – Salah satu strategi sekaligus cara untuk mewujudkan Ketanahan Energi Nasional di wilayah menejemen pemerintau ialah dengan menerapkan Quintuple Helix Model (QHM).

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Laksda TNI Amarulla Octavian menyatakan bahwa QHM merupakan manajemen pengelolaan energi kewilayahan yang umumnya bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

“QHM mensinergikan peran aktor masyarakat, industri, akademisi, PLN, dan pertahanan. Masyarakat harus turut dilibatkan dalam usaha pemenuhan kebutuhan listrik sebagai produsen bahan baku energi tidak hanya sebagai end user,” terang Octavian saat menjadi panelis di forum diskusi Bimasena Energy Security beberapa waktu lalu.

Lulusan AAL tahun 1988 itu menambahkan bagaimana peran industri elektronik mendukung pengalihan subsidi listrik.

“Terutama diperuntukan dari daerah Elektrifikasi Tinggi ke daerah Elektrifikasi Rendah berbasis aplikasi Android untuk mendukung pendanaan,” pungkasnya menerangkan.

Sekadar diketahui, diskusi bertajuk “Mewujudkan Program Nawacita: Powering the Archipelago” ini digelar di Graha Bimasena, Jakarta.

Dialog yang membahas berbagai pemikiran baru untuk mempercepat pencapaian Ketahanan Energi Nasional tersebut ini pun baru pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk nyata MOU yang ditandatangani oleh Rektor Unhan Letjen TNI I Wayan Midhio, Ketua Kadin Rosan P. Roslani dan Ketua Bimasena Prof. Dr. Subroto.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler