Connect with us

Politik

Visi dan Misi Kiai Ma’ruf Amin Sebagai Bakal Cawapres Joko Widodo

Published

on

Ma'ruf Amin. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Ucok AA)

Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Ucok AA)

NUSANTARANEWS.CO, Makassar – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengungkapkan beberapa hal terkait dengan kesiapan dan visi misinya sebagai bakal calon wakil presiden dari Joko Widodo selaku calon presiden 2019 yang secara resmi didukung oleh partai koalisi.

“Saya kira banyak. Pertama, tentu kita menjaga keutuhan bangsa ini, kalau bangsa tidak bersatu terpecah belah itu sulit,” ungkap Kiai Ma’ruf usai menandatangani MoU tentang Kerja Sama Pengembangan Produk Pertanian bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/7/2018).

Kedua, lanjut Rais ‘Aam PBNU itu, harus terjamin keamanan dan kedamaian. “Tanpa keamanan seperti di negara-negara konflik tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Adapun yang ketiga adalah ekonomi. Ekonomi umat juga patut diperhitungkan, tidak hanya ekonomi kuat, tapi ekonomi umat menjadi salah satu gerakan yang diyakini dapat membangkitkan ketahanan pangan dengan ekonomi kerakyatan Indonesia secara stabil.

“Tidak hanya ekonomi kuat, tapi ekonomi umat yang dirintis saat ini harus berjalan baik, bila tidak maka tidak menjadi apa-apa,” katanya.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama ini juga menyampaikan bahwa, cara menjadikan negara yang kuat salah satunya dengan memperbaiki karakter bangsanya. Suatu bangsa tanpa karakter yang kuat dipastikan negara tempat ia hidup akan hancur.

“Harus ada pembangunan karakter bangsa. Kalau bangsa tidak berkarakter, negara ini akan hancur,” ujar Kiai Ma’ruf.

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf yang diisukan masuk daftar Cawapres Jokowi merespon dengan menyatakan siap apabila negara memanggilnya ikut berkompetisi dalam pilpres 2019. “Kalau kita para ulama diminta negara harus siap. Itu pasti kita siap,” ujarnya, di Jakarta Timur, Kamis (26/7).

Baca Juga:  RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Dinilai Layak Ditolak

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler