Connect with us

Sport

Villarreal Klub Underdog Sejati

Published

on

Suporter Villarreal FC. (Foto: AFP)

Suporter Villarreal FC. (Foto: AFP)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaVillarreal FC adalah tim sekaligus klub underdog sejati. Begitulah kira-kira kalimat pertama untuk menggambarkan klub asal Spanyol yang bermarkas di El Madrigal dalam kancah dunia sepakbola tanah Eropa.

Salah satu klub La Liga, Villarreal kini tengah menghadapi situasi tak cukup baik di pentas liga Spanyol musim 2018-2019. Dari 23 laga yang telah dijalani, mereka baru mampu mengumpulkan 20 poin dan berada di zona degradasi, 19 dari 20 klub peserta La Liga Santander.

Namun, bukan soal itu yang hendak dituliskan secara singkat dari artikel ini. Sebab, bagaimana pun, klub berjuluk Kapal Selam Kuning atau Yellow Submarine adalah underdog sejati. Jenis kisah yang sempat ingin dibuat menjadi film oleh aktor kenamaan, Sylvester Stallone.

Kendati Villarreal merupakan kota kecil dengan populasi 51.367 ribu jiwa, sejarah El Submarino Amarillo amat mengagumkan di pentas sepakbola daratan Eropa.

Coba bandingkan dengan Leicester City, tim underdog kesayangan sepakbola Inggris, setidaknya beberapa musim lalu. Kota Leicester memiliki populasi sebanyak 342 ribu jiwa, dibandingkan London, jumlah penduduk tersebut tentu lebih kecil. London diperkirakan berpenduduk kurang-lebih 8 juta jiwa.

Namun, dengan jumlah penduduk hanya 14 persen Kota Leicester, Villarreal boleh dibilang benar-benar tim underdog sejati dalam dunia sepakbola. Dan soal umur, tentu Leicester City jauh lebih tua dibandingkan Villarreal. Tahun 1884 berbanding 1932.

Musim ini, degradasi adalah ancaman nyata Villarreal. Kendati memiliki sejumlah pemain bagus, tim kecil dari sebuah kota kecil ini masih belum bangkit di La Liga seperti yang pernah mereka tampilkan lebih dari satu dekade terakhir. Padahal, selama masa itu Villarreal merupakan klub yang bermain secara reguler di pentas La Liga, bahkan dengan catatan cukup mentereng.

Loading...

Villarreal pernah mencicipi perempat final Liga Champions sebanyak dua kali. Bahkan, pernah sekali mencapai semifinal. Sesuatu yang PSG sekalipun belum pernah mencapainya kendati memiliki uang yang tak terbatas. Demikian pula Manchester City yang super kaya, pun hanya baru sekali berhasil mencapai level Villarreal beberapa tahun lalu.

Tak hanya itu, Villarreal bahkan pernah sekali finis di atas Barcelona di La Liga atau peringkat ke-2 pada musim 2007-2008 silam sebelum Pep Guardiola mengubah sepakbola dunia melalui racikannya di Barca.

Lalu apa sebenarnya rahasia Villarreal? Laman Squawka menyebutkan, pemandu bakat dan perekrutan pemain klub ini sangat baik. Kualitas pemain rekrutan Villarreal sangat berkesan yang membuat klub dengan jersey warna kuning dalam beberapa dekade terakhir tampil sangat luar biasa. Diego Forlan dan Juan Roman Riquelme adalah dua contoh talenta kelas dunia yang bermain selama bertahun-tahun di El Madrigal.

Sebagian besar pemain pergi ke Villarreal untuk merehabilitasi atau mengembangkan diri. Sebagian besar pemain pergi, beralih ke hal-hal yang lebih besar. Villarreal tidak mampu mempertahankan bakat kelas dunia, tetapi mereka bisa mengembangkannya. Selama bertahun-tahun mereka telah menjual beberapa pemain luar biasa.

Tetapi seperti apa tim mereka jika mereka tidak menjual pemain-pemain atau jika mereka mampu mempertahankan yang terbaik?

Skuad XI Villarreal jika diisi sejumlah mantan pemainnya. (Foto: Squawka)

Skuad XI Villarreal jika diisi sejumlah mantan pemainnya. (Foto: Squawka)

Coba lihat alumni-alumni cetakan Villarreal yang kini ada yang bertahan dan ada pula yang sudah malang melintang di sejumlah klub papan atas.

Sergio Asenjo salah satunya. Dia penjaga gawang berusia 29 tahun. Sempat digadang-gadang penerus Iker Cassilas, serangkaian cedera serius tampaknya telah menghancurkan peluang kiper muda Spanyol ini. Namun, Villarreal berani mengambil resiko untuk merekrutnya dengan skenario pinjaman lalu membeli secara permanen. Hebatnya, Villarreal sukses merehabilitasi Sergio Asenjo yang nyaris habis karirnya di sepakbola akibat cedera.

Bek kanan Manchester United, Antonio Valencia. Memang, sangat mudah melupakan Valencia pernah bermain untuk Villarreal. Pasalnya, dia jarang dimainkan dan tercatat hanya pernah berlaga sebanyak dua kali membela Si Kapal Selam Kuning. Dibeli dengan harga sangat murah dari sebuah klub negara asalnya, Ekuador, kemudian Valencia dipinjamkan dan permanen di Wigan Athletic sebelum akhirnya dibeli Manchester United pada era Sir Alex Ferguson. Valencia tampil sangat solid di United kendati sempat bermain di posisi sayap kanan dan berubah menjadi bek saya. Ia pemain yang sangat solid, bahkan pernah dijuluki bek saya terbaik oleh Jose Mourinho.

United kembali merekrut jasa pemain ‘didikan’ Villarreal, Eric Baily. Dibeli dengan harg £30 juta pada 2016, Bailly menjelma menjadi bek tangguh Setan Merah di pentas Premier League.

Ketika masih berseragam Villarreal, Diego Godin adalah bek tengah berbakat. Begitu pindah ke Atletico Madrid, Diego Simeone mengubah bek berkebangsaan Uruguay itu menjadi salah satu bek tengah terbaik dunia.

Denis Suarez. Bermain untuk Villarreal selama musim 2015-2016, Kapal Selam Kuning mampu mencapai seminfinal Liga Eropa. Kondisi itu membuat Barcelona memanfaatkan klausul pembelian kembali Denis Suarez dan membawanya ke Camp Nou dengan sangat murah sebelum kemudian dipinjamkan ke Arsenal.

Santi Cazorla adalah pemain bagus milik Villarreal, bahkan sempat menolak pinangan Real Madrid karena lonjakan penampilannya yang sangat luar biasa setelah dibeli kembali dari Recreativo. Namun, kemudian Villarreal terpaksa melepaskan Cazorla ke Malaga lantaran tergiur dengan harganya yang cukup mahal. Sayang, Malaga hanya menggunakan jasanya selama satu musim sebelum akhirnya Cazorla hijrah ke Arsenal.

Cedera diderita Cazorla usai tampil apik di Arsenal. Namun, Villarreal bersedia memulangkan bintangnya itu ke El Madrigal pada musim panas 2018 di tengah cedera yang menimpa Cazorla. Karirnya masih selamat dan kini menjadi pemain reguler di klub yang pernah membesarkan namanya itu.

Sayang, sang striker Luciano Vietto hanya bermain semusim bersama Villarreal usai dibeli dari Racing Club pada 2014. Padahal, dia tampil mengesankan untuk Kapal Selam Kuning, terutama di Liga Eropa dengan 6 gol dan 6 assist. Dia pindah ke Atletico Madrid sebelum akhirnya dipinjamkan ke Sevillla dan kini bermain di klub Liga Premier, Fulham.

Terlepas dari itu, sejumlah nama pemain yang kini dimiliki Villarreal agaknya cukup beralasan untuk klub bangkit dan keluar dari zona degradasi di pentas La Liga musim 2018-2019. Sebut saja di antaranya Jaume Costa, Manu Trigueros, Bruno Soriano, Gerard Moreno, Mario Gaspar dan sejumlah nama lainnya.

(eda/sts)

Editor: Almeiji Santoso
Sumber: Squawka

Terpopuler