Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Venezuela Terima kapal Tanker Minyak Ketiga Buatan Iran

Venezuela terima kapal tanker minyak ketiga buatan Iran.
Venezuela terima kapal tanker minyak ketiga buatan Iran/Foto: radiohc.cu

NUSANTARANEWS.CO, Caracas – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa negaranya telah menerima kapal tanker minyak terbaru ketiga dari Iran sebagai bagian dari kolaborasi energi yang berkembang antara kedua negara di bawah sanksi Amerika Serikat (AS).

Maduro mengatakan bahwa kapal itu diproduksi oleh Iran atas pesanan Venezuela. “Kami baru saja menerima kapal dengan rekayasa dan teknologi tercanggih di dunia,” kata Maduro yang disiarkan oleh TV pemerintah Venezuela.

“Kapal tanker minyak canggih ini adalah kapal kargo untuk melayani perusahaan minyak dan gas alam milik negara Venezuela (PDVSA),” tambahnya.

Sebagai informasi, pada 11 Juni 2022, negeri Bolivarian itu telah menerima kapal tanker kedua seharga 60 juta euro yang bernama Aframax Yoraco dengan bobot 80.000 hingga 120.000 metrik ton (mt) dan kapasitas angkut 113.000 mt atau 750.000 barel minyak. Kapal sepanjang 250 meter ini dilengkapi dengan mesin 21.000 tenaga kuda dan tiga generator diesel yang mampu menghasilkan tenaga 900 kilowatt.

Baca Juga:  Impor Minyak Rusia Besar-besaran, India Menghemat US$ 4,4 Miliar

Sejauh ini, Caracas semakin meningkatkan kerja sama mereka dengan Teheran dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di sektor energi. Bahkan dalam kunjungan resminya pada Juni lalu ke Teheran, Maduro menandatangani kesepakatan kerjasama bilateral selama 20 tahun di berbagai bidang seperti teknologi, pertanian, minyak dan gas, petrokimia, pariwisata, dan budaya.

Pada kesempatan itu, Maduro juga mengatakan bahwa kapal tanker keempat akan bergabung dengan PDVSA pada tahun 2024 sebagai bagian dari kontrak pembuatan empat kapal tanker minyak pada tahun 2006 silam yang dikerjakan oleh Iran Marine Industrial Company (Sadra).

Maduro memuji kerja sama dengan Iran dan mengatakan bahwa, “Produksi kapal tanker untuk perusahaan minyak negara Venezuela adalah rencana Komandan Chavez untuk memperkuat industri minyak negara kita agar mandiri dalam menghadapi semua agresi asing.”

Di bawah mendiang Presiden Hugo Chavez, Venezuela memesan lebih dari 40 kapal tanker dari beberapa galangan kapal untuk menggantikan armada PDVSA yang sudah tua. Namun program tersebut tidak terealisasi seluruhnya karena tekanan sanksi AS. (Banyu)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 8