Mancanegara

Venezuela Resmikan Anggota Majelis Konstituante

NUSANTARANEWS.CO, CaracasVenezuela pada Jumat (4/8) meresmikan formasi majelis konstituante superbody baru yang diharapkan mampu menulis ulang atau mengamandemen konstitusi dan memberikan kekuatan yang luas kepada Partai Sosialis yang berkuasa. Majelis ini ditentang dunia internasional karena dinilai merongrong kebebasan berdemokrasi.

Dilansir Reuters, Sabtu (5/8) sebanyak 545 anggota majelis dengan suara bulat memilih kehendak dan rencana Presiden Nicolas Maduro. Hal ini sekaligus menandakan bahwa kaum sosialis telah menyisihkan perbedaan untuk fokus mengkonsolidasikan pemerintahan yang kuat (superbody).

Mantan Menteri Luar Negeri Delcy Rodriguez, sekutu dekat Maduro terpilih menjadi presiden. Sementara mantan Wakil Presiden Aristobulo Isturiz akan menjabat sebagai wakil presiden.

Baca: Krisis Venezuela di Tengah Tekanan Sanksi Ekonomi Amerika

Kepemimpinan tersebut terutama mengecualikan Diosdado Cabello, saingan lama Maduro, yang dengan sendirinya memasukkan nama Rodriguez.

“Tidak ada krisis kemanusiaan di sini, yang kita miliki adalah cinta, yang kita miliki adalah sebuah krisis bagi kaum fasis sayap kanan. Orang-orang datang dengan semangat juang, di kaki mereka,” kata Rodriguez.

Baca Juga:  Perang Ukraina Mempromosikan Kepentingan Iran

Kelompok oposisi menuding Maduro berencana memanfaatkan Majelis Konstituante untuk memperkuat kekuasaannya dan menjadikannya sebagai rival Majelis Nasional yang mayoritas berada di tangan oposisi. Langkah terobosan Maduro berupa amanademen konstitusi yang dimaksudkannya untuk mencari solusi perdamaian ditolak kubu oposisi.

Penyelenggaraan pemilu Majelis Konstituante telah menyulut kemarahan kubu oposisi yang didukung penuh oleh AS. Di mana selama beberapa pekan terakhir, mereka terus berupaya mencegah penyelenggaraan pemilu tersebut dengan mengadakan demonstrasi, mogok kerja nasional dan menggalang opini publik untuk anti-pemilu.

Negara-negara tetangga Venezuela seperti Amerika Latin, Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mengecam keberadaan Majelis Konstituente tersebut. Vatikan mengajukan permohonan terakhir kepada pihak berwenang untuk menangguhkannya. Bahkan Brasil pada Jumat (4/8) merekomendasikan agar Venezuela diskors dari blok perdagangan Mercosur sampai kembali ke demokrasi. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3