Connect with us

Ekonomi

Varietas Padi M-400 Dinilai Bisa Kembalikan Kejayaan Padi Nasional

Published

on

Babinsa Bantengan Koramil 0807/11 membantu penyemprotan padi di lahan pertanian padi milik pok tani Handoko Karyo, Desa Bantengan Kec. Bandung dengan luas 37,2 Ha pada Kamis (7/12/17). Foto: Penrem

NUSANTARANEWS.CO – Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta mengapresiasi langkah Ketua Dewan Pengurus Nasional HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko yang berhasil menciptakan bibit beras unggulan jenis M-400. Menurutnya, bibit padi yang kali pertama ditanam di Subak Dangin Umah, Desa Batu Bulan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali itu menguntungkan bagi petani.

Dirinya mengapresiasi terobosan Jenderal Purn Moeldoko atas prestasinya dalam menghadirkan kesejahteraan bagi petani melalui bibit unggul M-400 ini. Sudikerta megaku sangat mendukung upaya mengembalikan kejayaan petani melalui swasembada pangan sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah pusat. Sebagai destinasi pariwisata, ia melanjutkan, sudah barang tentu Bali berbasis pada alam dan budaya yang tidak lepas dari keberadaan subak.

“Kami mendukung sepenuhnya program HKTI, khususnya penyebaran bibit M-400 ini yang sudah terbukti menguntungkan petani,” ungkap Sudikerta dikutip dari keterangan persnya, Senin (8/1/2018).

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengurus Provinsi HKTI Bali, Putu Arya Sedhana menjelaskan, kegiatan yang dilakukan fokus pada panen perdana padi unggulan tipe M-400 yang diproduksi RNG PT Modal Tani milik HKTI pimpinan Jenderal (Purn) Moeldoko. Hasilnya sungguh luar biasa. Petani mendapatkan hasil panen berlipat dibanding menanam bibit varietas jenis lainnya.

“Ini organik dan hasilnya luar biasa, 7,5 ton per hektare. Jauh lebih tinggi dibanding bibit varietas jenis lainnya. Dari sisi keuntungan jelas petani untung,” tuturnya.

Loading...

Saat ini di Bali, Arya melanjutkan, animo petani begitu tinggi terhadap bibit M-400 yang sudah dibuktikan oleh Subak Danin Umah ini. “Animonya sungguh luar biasa. Dalam waktu dekat kami akan melakukan penanaman di Buleleng, dilanjutkan daerah lainnya di Bali,” terang dia.

Pewarta: Elmaiji
Editor: Romandhon

Baca Juga:  Menjadi Petani Bukan Takdir, Tapi Anugerah
Loading...

Terpopuler