Connect with us

Politik

Usung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019: Partai Gerindra, PKS dan PAN Buktikan Soliditas Koalisi

Published

on

prabowo-sandi, cawapres prabowo, prabowo subianto, sandiaga uno, koalisi tiga parpol, calon wakil presiden, calon presiden, wakil gubernur dki, nusantaranews

Partai Gerindra, PKS dan PAN sepakat memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto (Prabowo-Sandi). (Foto: Facebook/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaPartai Gerindra, PKS dan PAN sepakat memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto (Prabowo-Sandi). Pilihan koalisi tiga parpol tersebut terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya, Sandiaga Uno merupakan wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Gerindra.

Mungkin tak banyak yang menyangka bila akhirnya Sandiaga Uno maju sebagai calon wakil presiden. Selain belum lama menjabat sebagai wakil gubernur DKI, pria berusia 49 tahun memang tak masuk dalam bursa cawapres di sejumlah lembaga survei nasional. Bahkan, nama Sandiaga Uno nyaris tak pernah masuk bursa cawapres, alih-alih didengungkan para relawan. Baru, beberapa hari menjelang batas akhir pendaftaran ke KPU, nama Sandiaga Uno mencuat.

Dibandingkan sejumlah nama lain di survei, Sandiaga Uno terbilang paling minor diprediksi sebagai cawapres. Tapi, deklarasi capres-cawapres koalisi Gerindra, PKS dan PAN pada Kamis (9/8) malam menentang arus spekulasi-spekulasi lembaga survei nasional itu.

Diketahui, Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya untuk menantang pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 mendatang. Deklarasi dilakukan di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Kamis malam pukul 23.30 WIB.

“Saya dan Sandiaga Salahuddin Uno maju untuk Indonesia sejahtera,” ujar Prabowo di laman Facebooknya.

Prabowo membeberkan, Sandiaga Uno merupakan pilihan terbaik dari segala opsi. “Beliau berkorban dengan mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Beliau pun bersedia mundur dari Partai Gerindra agar dapat diterima oleh partai lain,” katanya.

Artinya, Sandiaga Uno sejak dipilih sebagai cawapres Prabowo bukan lagi kader partai Gerindra.

Bagi Prabowo, koalisi Gerindra, PKS dan PAN adalah komitmen politik yang harus dijaga. Dia mengatakan dirinya selalu terus berusaha menjalin kepercayaan tersebut.

“Saya terus berusaha menjalin kepercayaan, menjalin kerjasama yang erat namun kita tetap berusaha komunikasi dengan banyak pihak untuk membentuk koalisi besar yang memberikan solusi-solusi bagi permasalahan rakyat. Koalisi kita adalah untuk mencari suatu jalan keluar, suatu penyelesaian atas masalah-masalah bangsa kita yaitu mengalir keluarnya kekayaan bangsa kita keluar negeri,” bebernya.

Sekadar catatan, Gerindra, PKS dan PAN sejauh ini tercatat sebagai parpol yang paling solid dan konsisten menjaga koalisi dan kerjasamanya.

Tak heran bila ketiga parpol tersebut sejak tahun 2017 lalu dipandang bakal berkoalisi jangka panjang, setidaknya hingga Pilpres 2019.

Komitmen koalisi dan kerjasama tersebut dibuktikan pada Pilkada Serentak 2018 lalu. Ketiga parpol diketahui berkoalisi di lima provinsi di antaranya Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara.

Hasilnya, koalisi tiga parpol di lima daerah tersebut hanya menang di dua provinsi yakni Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

“Penghargaan saya setinggi-tingginya kepada pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang rela tidak menduduki jabatan apapun dalam pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden pada 2019. Mereka telah legowo dan lebih mementingkan kepentingan bangsa, kepentingan umat, kepentingan rakyat diatas kepentingan golongan maupun kelompok,” terang Prabowo. (bya/aly/aya)

Editor: Banyu Asqalani & Eriec Dieda

Komentar

Advertisement

Terpopuler