Connect with us

Hukum

Usai Diperiksa KPK, Ifa Sudewi Ditanya Perkenalannya dengan Rohadi

Published

on

Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo Ifa Sudewi berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (22/6/2016). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo Ifa Sudewi/ Foto: Antara/Wahyu Putro A

NUSANTARANEWS.CO – Usai Diperiksa KPK, Ifa Sudewi Ditanya Perkenalannya dengan Rohadi. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Ifa Sudewi rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan memberi hadiah atau janji terkait perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (22/6/2016). Usai menjalani pemeriksaan sekitar enam jam, Ifa mengaku ditanya seputar perkenalannya dengan Panitera Pengganti (PP) Rohadi saat dikonfirmasi awak media mengenai materi pemeriksaannya kali ini.

“Gini saya tadi ditanya apakah saya pernah berhubungan dengan Rohadi? Saya bilang saya tidak pernah berkomunikasi apapun dengan Rohadi. Tidak ada komunikasi dalam arti berkaitan dengan perkara itu, kalau hai, selamat pagi, selamat siang bu itu biasa, tapi komunikasi tentang perkara itu tidak pernah sama sekali,” tegasnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (22/6/2016).

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara telah menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada penyanyi dangdut Saipul Jamil (35). Vonis tersebut dijatuhkan majelis Hakim Ketua Ifa Sudewi yang menyatakan Ipul melanggar Pasal 292 KUHP. Vonis itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU yang menuntut tujuh tahun penjara dan denda Rp100 juta. Melihat hasil vonis hakim yang berbeda jauh dari tuntutan JPU, KPK menduga adanya kemungkinan keterlibatan hakim.

“Perihal pemberian vonis, karena memang ada unsur-unsur yang tidak terbukti dari pasal 82, kemudian juga tidak ada unsur juga dari pasal 83, dan di pasal 290 juga sama tidak terbukti, sehingga kita gunakan pasal 292,” katanya.

“Jadi vonis yang diberikan oleh majelis hakim terhadap SJ berdasarkan hasil kesepakatan, vonis itu juga berdasarkan kesepakatan dan fakta-fakta hukum yang ditemukan di persidangan dan vonis itu berdasarkan musyawarah majelis hakim tanggal (13/6/2016) sore jam 17:00 sore. Vonis juga diambil secara sepakat dan tidak ada perbedaan pendapat antar hakim,” ungkapnya.

Baca Juga:  Perda Perlindungan Nelayan dan Ekosistem Laut Terus Diupayakan

Pada hari ini (22/6/2016), KPK memeriksa dua orang terjait kasus dugaan memberi hadiah atau janji terkait perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Selain Ifa, satu orang lainnya itu yakni Panitera Pengganti (PP) di PN Jakarta Utara Rohadi (R). Berbeda dengan Ifa yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka BN, Rohadi justru diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Ifa Sudewi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BN, dan Rohadi diperiksa sebagai tersangka. Keduanya hadir untuk memenuhi panggilan penyidik KPK. Untuk Rohadi, dia ditahan diatas lantai 9 dan mungkin langsung turun ke ruang riksa,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi.

Diketahui dalam OTT pada Rabu (16/6/2016), KPK menangkap Rohadi (R) lantaran diduga menerima suap dari Berthanatalia Ruruk Kariman (BN) dan Kasman Sangaji (K) yang diperintahkan oleh Kakak dari Saipul Jamil, Syamsul Hidayat (SH). Selain menangkap tangan keempat orang tersebut, KPK juga menyita uang sebanyak Rp950 juta yang diduga suap dari Saipul Jamil dan Syamsul Hidayat kepada Rohadi untuk meringankan vonis Saipul Jamil yang tengah berperkara di PN Jakarta Utara.

Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Rohadi (R) sebagai pihak penerima suap dan dijerat dengan pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) Undang-Undang Tipikor atau pasal 11 Undang-Undang Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Berthanatalia Ruruk Kariman, Kasman Sangaji, dan Syamsul Hidayat ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap. Ketiganya disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau (b) atau pasal 13 UU Tipikor Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga:  Komunitas Burung Merak Rendra Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban 22 Mei

Keempat tersangka telah ditahan KPK di dua rutan berbeda. Untuk Penahanan Berthanatalia Ruruk Kariman (BN) dan Rohadi (R) di Rutan C1 KPK, Kemudian Kasman Sangaji (K) dan Syamsul Hidayat di Rutan KPK Cabang Guntur. Ke-empatnya ditahan selama 20 hari kedepan dan terhitung mulai Kamis (17/6/2016). (Restu)

Loading...

Terpopuler