Connect with us

Hukum

Usai Aksi Damai 212, Ternoda Penjarahan Berujung Tawuran Antar Pemuda

Published

on

Aksi Tawuran usai aksi 212 oleh sekolompok pemuda. Foto Andika/Nusantaranews
Aksi Tawuran usai aksi 212 oleh sekolompok pemuda. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Sapaan Jokowi kepada massa yang sanggup membuat lega massa yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk dipenjara setelah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian. Usai aksi damai Bela Islam III, Jumat (2/12) kemarin, jutaan massa membubarkan diri kembali ke rumah daerahnya masing-masing.

Namun aksi damai 212 sayangnya harus dinodai penjarahan yang berujung tawuran. Bukan dilakukan massa aksi yang berunjuk rasa di Monas, melainkan oleh sejumlah kelompok pemuda yang diduga dari Jalan Jambul Lama, Cililitan, Jakarta Timur yang bentrok dengan kelompok pemuda dari Jalan Taman Harapan, Cililitan, Jakarta Timur, samping Rumah Sakit Budhi Asih.

Saat wartawan dari Nusantaranews yang kebetulan lewat telah pecah tawuran dan saling kejar yang membuat kondisi lalulintas tersendat. Menurut pantauan, pukul 16.50 WIB kelompok pemuda itu saling membawa senjata tajam jenis clurit, parang, golok, dan samurai.

Ketua RW 03, Jalan Taman Harapan, Cililitan, Jakarta Timur , Suwarno menjelaskan, tawuran tersebut sudah terjadi sering kali. “Minggu ini sudah terjadi tiga kali, mereka awalnya menodong dan menjarah warung. Ya warga sini marah lah,” kata dia di lokasi, Jum’at (2/12/2016).

Sementara pemilik warung Novi (26) menceritakan, saat itu dirinya sedang menjaga warung bersama bayinya Syamil yang baru berumur 10 bulan. “Saya tadi lagi sama anak saya, terus mereka dua anak tiba-tiba loncat ke dalam warung dan menodongkan clurit. Saya takut, ya saya kasih, orang lagi sama bayi,” ujar Novi seraya menangis.

Aditya (29), suami dari pemilik warung mengatakan, barang yang hilang puluhan bungkus rokok dan uangnya yang raib, kerugian diperkirakan sebesar Rp 2 jutaan. “Saya udah pernah lapor polisi, tapi polisi malah jawab, udah tau disini sering terjadi tawuran jangan dagang disini. Mending jualan di Brunei Darussalam aja sana, di sana masih sedikit orang Indonesia,” kata Aditya menirukan oknum polisi itu.

Baca Juga:  PB HMI Datangi KPK Desak Penuntasan Skandal e-KTP

Aditya menyayangkan jawaban dari oknum polisi tersebut. “Bukankah Polisi seharusnya mengayomi masyarakat? Kok malah jawabnya gitu,” pungkas dia.

Sementara itu, AKP Purwanto anggota kepolisian dari kantor Polisi Sektor Kramat Jati telah berhasil membubarkan tawuran tersebut. Dirinya mengungkapkan, dari pihak Polsek Kramat Jati sering menjaga keamanan di lokasi sambil mengatur lalulintas. “Kita bergantian sering jaga di sekitar sini, tapi kan nggak 24 jam. Apalagi tadi pagi kami fokus mengamankan aksi demo.”

Namun saat ditanya apa upaya tindak lanjut dari pihak kepolisian, Purwanto mengatakan, akan ditindak jika korban membuat laporan. “Ya kami akan tindaklanjuti kalau yang punya warung buat laporan. Coba kamu tanya sana mau buat laporan nggak,” kata Purwanto. (Andika)

Loading...

Terpopuler