Puisi

Umur Lansia dan Sepotong Celana

Faiz Adittian Ahyar
SEPOTONG CELANA

Lebaran lalu
Ibu membelikan
Celana. Pesannya
“Jangan kau kenakan
Di hari raya
Kenakanlah saat kau
Hendak mandi sebelum subuh”

Lalu kubertanya
Untuk apa jika tak
Kukenakan?
Ibu meringis
Kibarkanlah hari rayamu
Dalam kibar sarung
Semilir angin
Sebab subuh itu
Dan kibaran sarung
Adalah kemenangan
Batin dan nuranimu
Sebulan menahan
Jiwa
Dalam kerangka ibadah
Bersusah payah
Menahan panas

“Maka kenakanlah
Semilir dingin
Dari sarungmu
Yang masuk lewat celah paha
Dan janganlah
Kau kenakan celana”
Tukasnya

Pasir Luhur, 2017

UMUR

Aku mengingatkan ibu
Tentang hari ulangtahun
Dan ia benar tak tahu
Lalu kutanyakan akta
Lahirku

Dia tak paham sebab
Catatan sipil telah terhapuskan
Dan ibu lupa
Kapan weton bahkan malam atau siang
Ia melahirkan

Yang dipahami olehnya
Adalah hari yang diabadikan
Dalam ingatan bersama Tuhan
Yang memberi
Setiap kelahiran yang
Perjalanannya harus digadai
Sekalipun dengan nyawa
Yang melekat satu-satunya

Ia memberi satu tasbih
Di tiap butir
Mengalir hari
Dan  kucoba untuk
Menghitung umurku sendiri

Tuhan putar lewat nadi

Pasir Luhur, 2017

LANSIA

Ia dikoyak sepi
dicabik berkalikali
hingga sulur di atas
kepalanya yang rimbun
rontok satusatu
berembun wajah
pucat pasi
di saku celananya
seorang berparang keluar

melawan cemas
dengan kilap
tajam matanya menghunus
setelah itu ia pergi
dengan dada menghujam ke depan
usia berhasil ia tikam

2017

Faiz Adittian Ahyar, lahir di Banyumas, 21 Oktober 1994. Tempat tinggal di Pasir Kidul Rt. 02 Rw. 05 Purwokerto Barat 53135. Puisinya terantologikan dalam buku Kampus Hijau (Stain Press), Kampus Hijau 2 (Stain Pres), Kampus Hijau 3 (SKSP), Pilar Pusi II (Stain Pres, 2015), lima puisinya termuat di Zine ILIC (Indonesian Literary Collective) pada festifal Berlin book fair tahun 2014 di Jerman, Potret Langit (Oase Pustaka, 2015), Balada Badut-badut dan Rumput (Oase Pustaka, 2015), Gelombang Puisi Mritim (Dewan Kesenian Banten, 2016). Puisinya pernah dimuat di beberapa media masa seperti Banjarmasin Post, Kedaulatan Rakyat. Cerpennya terantologi dalam buku Misteri Jodoh (LKIs, 2014), Perempuan Lelaki (Oase Pustaka, 2015). Tulisannya juga dimuat di dalam Jurnal YIN YANG Vol. 10 No. 1 Januari-Juni 2015

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Related Posts

1 of 183