Connect with us

Berita Utama

UEA Beli 80 Jet Tempur Rafale Yang Ditingkatkan Senilai US$ 18 Miliar

Published

on

UEA Beli 80 Jet Tempur Rafale Yang Ditingkatkan Senilai US$ 18 Miliar

UEA beli 80 jet tempur Rafale yang ditingkatkan senilai US$ 18 miliar/Foto: defensenews.com

NUSANTARANEWS.CO, Abu Dhabi – Pada hari Jum’at, Prancis dan Uni Emirat Arab mengumumkan kesepakatan pembelian senjata senilai US$ 18 miliar. Menurut Associated Press Prancis akan memasok 80 jet tempur Rafale yang ditingkatkan ke UEA serta 12 helikopter tempur buatan Airbus.

Kesepakatan ini merupakan kontrak senjata terbesar Prancis setelah kontrak pembelian 12 kapal selam oleh Austrralia senilai US$66 miliar disabot Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Pabrikan pesawat Prancis Dassault Aviation mengatakan bahwa mereka akan mulai mengirimkan jet-jet tampur tersebut ke UEA pada tahun 2027.

Berbicara kepada wartawan di Dubai, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa kontrak itu merupakan wujud dalamnya hubungan kerja sama pertahanan antara kedua negara.

Selain itu, Macron juga menambahkan bahwa, “penting bagi perekonomian kita karena pesawat-pesawat itu diproduksi di Prancis,” kata Macron yang mengunjungi negara itu sebagai pemberhentian pertama dari kunjungan selama dua hari ke Teluk Persia

Sekedar informasi, Prancis sendiri telah memiliki pangkalan militer di UEA, baik bagi kapal perang, jet tempur, dan personel militernya.

Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kesepakatan kedua negara memiliki tujuan yang sama yakni untuk bekerja sama lebih erat antara kedua angkatan bersenjata.

Sedangkan Dassault Aviation mengatakan bahwa UEA akan menerima versi Rafale yang ditingkatkan sehingga akan menjadikan Angkatan Udara Emirates sebagai pengguna Rafale F4 pertama di luar Prancis.

Bos Dassault Aviation Eric Trappier menyebut penjualan itu sebagai “kisah sukses Prancis” dan “berita bagus untuk Prancis dan industri penerbangannya.”

Charles Forrester, analis senior di Janes mengatakan bahwa kehadiran Rafale secara signifikan akan meningkatkan kemampuan kekuatan udara UEA dalam hal serangan, perang udara-ke-udara, serta pengintaian. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Dosen UIN Jogja: Kasus Romahurmuziy Potret Gunung ES Praktik Jual Beli Jabatan Para Petinggi Parpol

Terpopuler